Laporkan Masalah

Metode kagan untuk evaluasi dan penetapan jaringan stasiun hujan di daerah aliran sungai Pemali

Dewi Galuh Condro Kirono, Drs. Suratman

1990 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Dewasa ini, belum ada prosedur atau metode khusus yang dapat digunakan untuk penetapan jaringan stasiun hu¬jan yang akan didirikan ataupun dioperasikan. Begitu juga di dalam upaya untuk memperkirakan besarnya curah hujan rerata di suatu DAS, pada saat ini belum ada aturan khusus yang dapat digunakan untuk menentukan stasiun hujan yang datanya digunakan di dalam analisis. Terjadi kenyataan bahwa jumlah stasiun hujan yang dibangun oleh berbagai instansi pemerintah maupun swasta di suatu DAS sesuai ke¬perluan masing-masing kadangkala penempatannya tumpang tindih. Untuk itu perlu diadakan evaluasi untuk optimasi jaringan stasiun hujan. Penelitian ini mencoba menerapkan salah satu metode penetapan jaringan stabiun hujan, yaizu metode Kagan, un¬tuk mengevaluasi dan memberikan alternatif jaringan stasi¬un hujan yang dianggap, optimum di DAS Pemali-Jawa Tengah sekaligus mengkaji metode Kagan itu sendiri, untuk menge¬tahui apakah ada perbedaan jaringan yang dihasilkan jika dimasukkan salah satu faktor yang mempengaruhi hujan di dalam perhitungan penetapan jaringan, dimana faktor terse¬but belum termasuk sebagai salah satu hal yang diperhati¬kan dalam penentuan jaringan stasiun hujan metode Kagan. Pendekatan untuk mengkaji metode hagan ini adalah pendeka¬tan arah angin. Maksud penelitian ini adalah agar dipero¬leh suatu acuan sehubungan dengan penetapan jaringan sta¬siun nujan dan diharapkan dapat menjadi titik awal peneli¬tian lain yang lebih mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah stasiun hujan di DAS Pemali sudah mencukupi tetapi penyebarannya tidak merata sehingga perlu penataan kembali. Selanjutnya penulis menawarkan alternatif jaringan stasiun hujan dengan tingkat kesalahan 10% dan 5% yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk penataan jaringan di kemudian hari. Untuk jaringan yang perhitungannya didasarkan pada arah Selatan-Utara, untuk kesalahan 10% membutuhkan 8 stasiun hujan dan kesalahan 5% membutuhkan 23 stasiun hujan; se-dangkan untuk jaringan yang p€rhitungannya tidak didasar¬kan arah angin, untuk kesalahan 10% ipembutuhkan 7 stasiun hujan dan dengan kesalahan perataan 5% membutuhkan 19 stasiun hujan. Selanjutnya adalah adanya kenyataan yang menunjukkan bahwa metode Kagan masih perlu dikaji lagi penerapannya karena ternyata ada satu faktor yang mempengaruhi hasil perhitungan penetapan jaringan stasiun hujan yang belum diperhitungkan oleh Kagan yang mengakibatkan perbedaan hasil jaringan jika memasukkan faktor tersebut ke dalam perhitungan. Faktor tersebut adalah faktor arah (angin) dari pasangan-pasangan stasiun hujan yang digunakan untuk menentukan fungsi korelasi yang menghubungkan antara koe¬fisien korelasi dan jarak antar stasiun hujan.

-

Kata Kunci : Daerah aliran sungai,Metode kagan,Brebes,Tegal,Jawa Tengah

  1. S1-1990-2669-Dewi_Galuh_Condro_Kirono_abstract.pdf  
  2. S1-1990-2669-Dewi_Galuh_Condro_Kirono_bibliography.pdf  
  3. S1-1990-2669-Dewi_Galuh_Condro_Kirono_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1990-2669-Dewi_Galuh_Condro_Kirono_title.pdf