Memaknai Pariwisata Budaya Melalui Festival Budaya: Upaya Melibatkan Unsur Budaya Melayu pada Pariwisata Kabupaten Natuna
ATHAYA ZAHRA, Mubarika Dyah Fitri Nugraheni, S.Ant., M.A.
2024 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Pariwisata budaya telah menjadi sebuah tren dalam industri pariwisata. Kabupaten Natuna dengan segala potensi daya tarik, baik alam maupun budaya, terus berupaya dalam meningkatkan jumlah kunjungannya. Proses memunculkan eksistensi budaya Melayu Natuna dalam aspek pariwisata terus diupayakan sebagai capaian misi pariwisata budaya. Budaya lokal yang dimiliki masyarakat dikemas dalam bentuk sajian pentas budaya. Pentas budaya yang diadakan secara rutin akan menghadirkan ruang hiburan bagi masyarakat lokal sebagai pesta rakyat, juga promosi akan budaya yang dimiliki oleh wisatawan. Dengan pelibatan stakeholder pariwisata dalam festival budaya akan membangkitkan rasa memiliki akan “apa yang mereka miliki”. Namun, terdapat kesulitan pada pegiat pariwisata dalam melibatkan unsur budaya dalam pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipasi, wawancara, dan studi literatur. Teori yang digunakan dalam menganalisis data yaitu teori pariwisata budaya untuk melihat festival budaya sebagai satu acuan.
Cultural tourism has become a trend in the tourism industry. Natuna Regency with all the potential attractions, both natural and cultural, continues to strive to increase the number of visits. The process of bringing up the existence of Natuna Malay culture in the tourism aspect continues to be pursued as an achievement of the cultural tourism mission. Local culture owned by the community is packaged in the form of cultural performances. Cultural performances that are held regularly will present an entertainment space for the local community as a pesta rakyat, as well as the promotion of culture owned by tourists. Involving tourism stakeholders in cultural festivals will generate a sense of belonging to "what they have". However, there is a dilemma for tourism activists in involving cultural elements in tourism. This research uses qualitative methods with data collection techniques through participant observation, interviews, and literature studies. The theory used in analyzing the data is cultural tourism theory to see cultural festivals as a reference.
Kata Kunci : pariwisata budaya, festival budaya, pentas budaya