Partisipasi Perempuan Dalam Pemberdayaan Masyarakat (Studi pada Kelompok Mekar Harum dalam Program Rusa Jantan Binaan CSR PT Kaltim Methanol Industri di Kelurahan Guntung, Kota Bontang)
ADZKIA YEZA, Kafa Abdallah Kafaa, S.Sos., M.A
2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Indeks pembangunan dan pemberdayaan gender di Kota Bontang yang tergolong rendah, mengantarkan pada kesimpulan mengenai kesetaraan gender yang belum sepenuhnya terwujud. Meskipun terkenal sebagai kota industri, masih banyak perempuan di Bontang yang kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak. Berangkat dari permasalahan tersebut, banyak perusahaan yang mencanangkan program pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. PT Kaltim Methanol Industri merupakan salah satu perusahaan di Kota Bontang yang menjalankan program pemberdayaan perempuan. Melalui program Rumah Sayur dan Jahe Instan, PT KMI memfasilitasi kelompok perempuan Mekar Harum dalam kegiatan menanam hidroponik dan memproduksi minuman jahe instan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan perempuan yang mandiri dan berdaya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif berdasarkan konsep pemberdayaan perempuan dan partisipasi masyarakat. Metode pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi partisipatoris, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Kemudian untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber, metode, dan peneliti. Dalam dinamika pelaksanaan program pemberdayaan, perempuan Mekar Harum telah melewati berbagai hal yang membuat program tersebut tetap berjalan, meskipun hanya tersisa 3 dari 35 orang anggota. Penelitian menunjukkan keterlibatan perempuan Mekar Harum dalam tahapan partisipasi yang terdiri dari partisipasi dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan evaluasi. Tingkat partisipasi perempuan Mekar Harum termasuk pada kategori Derajat Semu: Konsultasi yang menunjukkan keterlibatan perempuan dalam berdialog dan menyampaikan aspirasi, tetapi kewenangan tertinggi tetap berada pada perusahaan. Partisipasi perempuan Mekar Harum berdampak pada aspek kesejahteraan, akses, kesadaran kritis, partisipasi, dan kuasa. Dampak tersebut belum maksimal dan hanya dirasakan oleh sebagian perempuan Mekar Harum yang aktif berkegiatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha yang lebih melibatkan perempuan untuk dapat meluaskan dampak dari program Rusa Jantan agar dapat dirasakan oleh lebih banyak perempuan.
The low level of gender development and empowerment index in Bontang city leads to the conclusion that gender equality has not been fully realized. Despite being known as an industrial city, many women in Bontang struggle to find decent employment. Stemming from this issue, many companies have initiated women empowerment programs as part of their corporate social responsibility. PT Kaltim Methanol Industri is one of the companies in Bontang implementing a women empowerment program. Through the Rusa Jantan program, PT KMI facilitates the Mekar Harum women's group in hydroponic farming and instant ginger drink production. The ultimate goal is to create independent and empowered women. This research was conducted using a descriptive qualitative method based on the concepts of women empowerment and community participation. Data collection methods included participatory observation, in-depth interviews, documentation, and literature review. To ensure data validity, the researcher used triangulation of sources, methods, and researchers. In the dynamics of program implementation, the Mekar Harum women have overcome various challenges to keep the program running, although only 3 out of 35 members remain. The research shows the involvement of Mekar Harum women in participation stages consisting of decision-making, implementation, utilization, and evaluation. The level of participation of Mekar Harum women falls into the Tokenism category: Consultation, indicating women's involvement in dialogue and expressing aspirations, but ultimate authority remains with the company. The participation of Mekar Harum women impacts welfare, access, critical awareness, participation, and control aspects. These impacts are not yet maximal and are only felt by some active Mekar Harum women. Therefore, it is necessary to make greater efforts involving women to extend the reach of the Stag Program so that more women can experience its effects.
Kata Kunci : Partisipasi, Pemberdayaan, Perempuan, CSR, Participation, Empowerment