Efektivitas pelayanan penyediaan air bersih PDAM kabupaten Sleman
Catur Riyanto, Drs. Irfan Yahya, M.S.
2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPerkembangan kota yang semakin pesat membawa berbagai permasalahan baru dalam penyediaan berbagai fasilits saran perkotaaan. Begitu juga dalam hal penyediaan air bersih untuk kebutuhan masyarakat sesuai dengan meningkatnya jumlah penduduk. Sehubungan dengan kenyataan diatas maka penulis melakukan penelitian tentang Efektititas Pelayanan Penyediaan Air Bersih PDAM Kab. Sleman yang secara umum mempunyai tujuan untuk mengetahui efektititas pelayanan berdasarkan kondisi prasarana lisik penyediaan air bersih yang dilaksanakan PDAM Kab. Sleman. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektifitas pclayanan air bersih berdasarkan prasarana fisik di tiap-tiap wilayah pelayanan PDAM, mengetahui kondisi prasarana fisik jaringan pipa yang dimiliki PDAM dan untuk mengetahui seberapa besar daya layan PDAM Kab. Sleman dalam usahanya menyediakan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelangaan. Metode yang diaunakan dalam penelitian ini adalah analisis data sekunder. Data yang diolah didapat dari instansi yane berkaitan, diantaranya PDAM Kab. Sleman, Bappeda, dan BPS Kab. Sleman. Analisis yang diterapkan untuk mengetahui tujuan penelitian dan hipotesis adalah analisis GIS untuk rnenaetahui efektifitas pelayanan ditiap wilayah pelayanan, analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan kondisi prasarana fisik jaringan pipa dan analisis kuantitatif digunakan unruk mengetahui perbedaan kondisi prasarana fisik perpipaan serta pengaruhnya terhadap jumlah pelanggan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat efektifitas di tiap wilayah pelayanan berbeda; dengan kondisi perbandingan keadaan kepadatan jaringan dan kepadatan pelanggan yang berbeda. Secara urnum terdapat 2 tingkat efektifitas pelayanan yaitu etektif, kurang efektif dan tidak efektif. Dari 4 wilavah pelayanan, WP I termasuk dalam tingkat Efektif lc, dengan kategori perbandingan kondisi kepadatan jaringan tinggi dan kepadatan pelanggan tinggi. WP II dan III termasuk dalam tingkat Efektif la, dengan kategori perbandingan kondisi kepadatan jaringan rendah dan kepadatan pelanggan rendah. WP IV termasuk dalam tingkat Efektif 2a, dengan kategori perbandingan kondisi kepadatan jaringan sedang dan kepadatan pelanggan rendah. Hasil analisis kuantitatif, menggunakan analisis tabel dan grafik didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan penggunaan pipa di wilayah yang pelanggannya banyak dan wilayah yang pelangaannya sedikit. Hasil lain adanya kesenjangan antara kapasitas produksi air bersih dengan jumlah pelanggan yang dilayani. Wilayah dekat dengan pusat distribusi mendapat pasokan air yang cukup dan wilayah yang jauh dari pusat distribusi k-urana mcndapat pasokan air yang cukup.
A rapid growth of urban area carries a lot of conscquenccs especially in relation urban facilities. One of the facilities that basically needed by the peoplc of an urban is hygienic waler. The demand this facility, completely depends on the number of people of urban area. This condition has become the basic constituent to make a rescarch with the titic 'The Elrectiveness of Serviccs in Providing Hygienic Water by Thc Local Governmcntal Hygienic Clean Water Company (PDAM) in Sleman Regency. Thc specific purposes of this research are; (I ) to know the effectiveness of the services in providing hygienic water based on the physical facilities in each services areas, (2) to know the physical condition of the pipe network of PDAM in Sieman Regency and (3) to know the service capability of PDAM in Sieman Regency in providing hygienic water to the customers. This research has applied a secondary data analysis and the data has taken from the governmental institutions such as, PDAM office, Bappeda and Central Statistic Biro (BPS) of Sleman Regency. The purposes and hypothesis are known by usine G1S analysis so that the effectiveness of service in each service areas is clearly described. Other analysis methods that were applied are descriptive analysis (to explain the physical condition of pipe network) and quantitative analysis (to know differences of physical condition of the pipes network and the effects tn the numberof the customer). The yields of the research shown that the effectiveness in each service areas are n the same level. The differences are in the comparison of network density and customers in each service area. Generally, there are three effectiveness levels of service; effective, less effective and not effective. This research has ciassified Sieman Regency into four (4) service areas. Service Area (W-P I) is in the effective level 1c with high density of network and customers category. The other Service Areas ( WP II, III) are in the effective level 1a with low density of network and customers category. The other Service Area IV (WP IV) is in the effective level 1c with average density of network and lest density of customers category. The quantitative analysis result shown that the pipes network in high customers area and low customers areas are different. Other yieids shown that there is any unbalanced condition between hygienic water production and the number of the customer. The service area that near by the distribution unit will have enough hygienic water for the customer and this is different with other service area in long distance by the distribution unit
Kata Kunci : Air bersih,Efektivitas pelayanan,Sleman,DIY