Hubungan antara Kepatuhan Pola Diet dan Periodontitis pada Pasien Diabetes melitus Tipe 2 di Klinik Korpagama UGM Yogyakarta
AMELIA AYU MUTIARA, drg. Hendri Susanto, M.Kes., Ph.D., Sp. PM;drg.Fimma Naritasari, MDSC.
2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Diabetes melitus tipe 2 merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi yaitu pola diet, sehingga mengatur asupan diet dapat menjaga kadar gula darah agar terkontrol dengan baik. Ketidakpatuhan dalam menjaga pola diet secara tidak langsung dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya komplikasi pada rongga mulut seperti periodontitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pola diet terhadap periodontitis pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Metode yang digunakan yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross-sectional yang melibatkan 40 pasien diabetes melitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dilakukan di Klinik Korpagama UGM Yogyakarta pada bulan Maret 2024 sampai Mei 2024. Data diambil menggunakan kuesioner Periodontitis CDC/AAP dan kuesioner Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ). Data yang telah dianalisis kemudian disajikan kedalam bentuk tabel persentase. Uji Chi-square digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pola diet dengan kejadian Periodontitis.
Hasil penelitian deskriptif analitik menunjukkan bahwa terdapat kejadian Periodontitis sebanyak (30%) dan sebanyak (57,5%) responden tidak patuh dalam menerapkan pola diet sesuai dengan yang direkomendasikan. Uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p<0>
Type 2 diabetes mellitus is a chronic condition characterized by elevated blood sugar levels. One modifiable risk factor is diet, so regulating dietary intake can help maintain well-controlled blood sugar levels. Non-compliance with dietary patterns can indirectly lead to various complications, one of which is oral cavity complications such as periodontitis. This study aims to determine the relationship between dietary adherence and periodontitis in patients with type 2 diabetes mellitus.
The method used was a descriptive-analytic study with a cross-sectional approach involving 40 patients with type 2 diabetes mellitus who met the inclusion and exclusion criteria. The study was conducted at the Korpagama UGM Clinic in Yogyakarta from March 2024 to May 2024. Data were collected using the CDC/AAP Periodontitis Questionnaire and the Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ). The analyzed data were then presented in the form of percentage tables. The Chi-square test was used in this study to determine the relationship between dietary adherence and the incidence of periodontitis.
The descriptive-analytic results showed that there was an incidence of periodontitis of (30%) and (57.5%) of respondents were non-adherence with the recommended dietary pattern. The Chi-square test showed a significant relationship (p<0>
Kata Kunci : Diabetes melitus Tipe 2, Periodontitis, Kepatuhan Diet, Klinik Korpagama,