Hubungan antara Jumlah Kehilangan Gigi dengan Indeks Massa Tubuh pada Lanjut Usia di Panti Tresna Wredha Abiyoso Yogyakarta
NURUL AINI SEPTIARI, Prayudha Benni S. S. Kp.G., M.P.H; drg. Iffah Mardhiyah, M. Biomed
2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Salah satu masalah kesehatan gigi yang banyak terjadi pada lansia adalah kehilangan gigi. Kehilangan gigi pada lansia akan berdampak pada berbagai persoalan, salah satunya yaitu malnutrisi yang dapat menyebabkan berbagai efek negatif bagi komposisi dan fungsi tubuh lansia. Berbagai potensi yang membahayakan lansia akibat malnutrisi dapat dicegah dengan penilaian status nutrisi yaitu dengan menggunakan antropometri atau ukuran tubuh yang disebut dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jumlah kehilangan gigi dengan IMT pada lansia di Panti Tresna Wredha Abiyoso Sleman.
Penelitian observasional dengan menggunakan desain cross-sectional melibatkan responden sebanyak 67 lansia berusia ?60 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling dengan data diambil melalui wawancara dan pemeriksaan klinis. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat untuk menganalisis suatu variabel tanpa mempertimbangkan hubungannya dengan variabel lain. Analisis bivariat dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel pengaruh yaitu kehilangan gigi serta terpengaruh yaitu indeks massa tubuh. Selain itu, dilakukan juga analisis multivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dengan variabel perancu dan besarnya pengaruh hubungan tersebut.
Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kehilangan gigi dengan indeks massa tubuh lansia (p=0,017). Pada analisis lebih lanjut dengan uji multivariat didapatkan hasil bahwa hanya usia (p=0,004) dan kehilangan gigi (p=0,031) yang memiliki hubungan signifikan terhadap indeks massa tubuh. Usia dan kehilangan gigi berpengaruh negatif atau berlawanan arah terhadap indeks massa tubuh, yang artinya apabila usia dan kehilangan gigi bertambah maka indeks massa tubuh pada lansia akan menurun.
One of the dental health problems that often occurs in the elderly is losing tooth. Losing tooth in the elderly will have an impact on various problems, one of them is malnutrition which can cause various negative effects on the composition and function of the elderly's. Various potential dangers due to malnutrition can be prevented by assessing nutritional status, namely by using Body Mass Index (BMI) measurements. The aim of this study was to determine the relationship between the number of losing tooth and BMI in the elderly at the Panti Tresna Wredha Abiyoso Sleman.
Observational research using a cross-sectional design involving 67 respondents aged ?60 years. The sampling technique used was a total sampling technique with data taken through interviews and clinical examination. The data analysis carried out was univariate analysis to analyze a variable without considering its relationship with other variables. Bivariate analysis was carried out to test the relationship between variables.. Besides that, a multivariate analysis was also carried out to determine the relationship between the dependent variable and confounding variables and the magnitude of the influence of the relationship.
The results of bivariate analysis showed that there was a significant relationship between losing tooth and body mass index in elderly people (p=0.017). In further analysis, namely multivariate analysis, the results showed that only age (p=0.004) and losing tooth (p=0.031) had a significant relationship with body mass index. Age and losing tooth have a negative or opposite effect on body mass index, which means that if age and losing tooth increase, body mass index in the elderly will decrease.
Kata Kunci : jumlah gigi yang hilang, indeks massa tubuh, lanjut usia