PERTUMBUHAN TANAMAN JATI (Tectona grandis L..f.) PADA 3 TAPAK SELAMA 7 BULAN DI KPH CEPU
Ali Setyayudi, Ir. Sukimo DP, MP.
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANPembangunan hutan jati prospektif merupakan program pembangunan hutan jati den gan menerapkan ptinsip-prinsip silvikultur intensif dan diwujudkan dalam bentuk pertanaman uji keturunan dari beberapa induk pohon _jati plus. Pada pertanaman uji gcnctik satu 1ml yang pcnling adalah adanya kescragaman dan kualitas tapak uji coba, sehingga dapat digunakan untuk menilai perbedaan genetik di antara sel'd!ot. Narnun untuk rncwu_judkan lapak yang scrnga111 sangatlah sulit dilakukan karcna lahan hutan mcmiliki variasi tcmpat tumbuh yang sangat besar. Dengan dcmikian _jika keadaan tapak dala111 satu perlanaman tidak scragam maka dapat mcnimbulkan intcraksi pcrtumbuhan yang bcrbcda-bcda antar seedlotnya sehingga akan mengacaukan analisis gcndiknya. Pcnclilian ini bertujuan untuk : I) mengetahui persentase hidup tanaman 2) mengetahui variasi pertumbuhan tinggi dan diameter 3) mengetahui seed lot terbaik. Untuk mewujudkan tujmm tersebut maka penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian acak lengkap berblok pada 3 tapak yang kondisinya berbeda, setiap tapak diambil 3 blok, dan setiap blok terdiri dari 28 seed/of, serta setiap seed/of terdapat 4 treeplot. Parameter yang diamati adalah persentase hidup, tinggi, dan diameter batang tanaman Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 kelas tapak yang berbeda yaitu tapak A merupakan tapak dengan sistem tumpang sari, tapak B merupakan tapak alang-alang, dan tapak C merupakan tapak tergenang air. Persentase hidup tanaman pada tapak A sebesar 97,62 %, tapak B sebesar 94,05 %, dan tapak C sebesar 65,48 %. Dari hasil analisis varians pertumbuhan tinggi dan diameter menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Seed/of terbaik berdasarkan pertumbuhan tinggi adalah seed/of 19 ·(] 72 cm) dan berdasarkan pertumbuhan diameter adalah .wed/of 18 (4,05 cm).
The establishment of prospective teak forest is a program which applies the intensive silviculture principles. That program is realized as the progeny test planting. In the genetical test planting, homogeneity and the site quality are impmtant to evaluate the genetical dilTei·cnccs c1mong secdlots .. To manage tlh..· homogeny site is not a simple thing, since the forest land has a big vari ance of site. There will be different growth interaction bctwcc11 ????;????cdlcl and the gcncticall:r analysis will be out of plan, if the conditions of sites arc different in the same planting. The research aimed at I) evaluate the livi11g perccnt:ige of plant 1) evaluate the variance of height <1ml diameter J) evaluate the best sccdlot. Ra11domized C'o111plckly 13loi;k I )esig11 ([,Cl,iJ I was applied i11 11,i :-. .research to reach the goals. It was ,1pplied in the 3 different sites. there were 3 blocks for each site, it contained 28 seedloi in each blo..::-., lii.;i..; w????rc-+ trccplot in each seedlot. The object measurement of this research were life percentage, height, and diameter of plant. From the research, it reveal that tl1ere were 3 sites of differ<.:ii???? ,::lass, they were site ,t,,, with un agro-forestry system, site B is a grass site and site C filled with water. Life percentage in sitt A was 97 .bl %, 111 site B 9..J..u:, •J10 ami i1, :-.i t ???? C was 65.48 ????lo. Fruin the ·vaiia;-,cc- it11a:ysis 0f :;.:;gM ,imt diameter growth ir reveab, that the plant growth was affected L,1 the e11viruHm,:nt beside the genetical factor. The best seedlot according to height growth was seedlot 19 (172 cm). while according to diameter growth sccdlot 18 ( 4.05 cm) was the be????t seedlot.
Kata Kunci : Tapak, seedlot, variasi genetik