Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Frekuensi Rawat Inap pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta
KARUNIA NOMI SEPTIA, apt. Woro Harjaningsih, Sp. FRS.
2024 | Skripsi | FARMASI
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan kronis yang disebabkan adanya ketidakseimbangan neurotransmiter di otak. Tingkat ketidakpatuhan di Indonesia terhadap pengobatan pada pasien skizofrenia berkisar antara 41,2% sampai 49,5%. Ketidakpatuhan tidak hanya meningkatkan risiko kekambuhan, tetapi juga meningkatkan kemungkinan terjadinya rawat inap pasien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan frekuensi rawat inap pada pasien skizofrenia.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan menggunakan metode cross sectional pada pasien yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Pengambilan sampel dengan cara accidental sampling dengan menggunakan rekam medis. Kepatuhan minum obat diukur dengan metode refill obat menggunakan rumus Medication Possession Ratio (MPR). Analisis univariat untuk mengetahui karakteristik pasien, karakteristik penyakit, dan pola pengobatan. Analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan frekuensi rawat inap.
Hasil penelitian yang didapat dengan subjek sejumlah 96 pasien bahwa pola pengobatan antipsikotik yang digunakan adalah antipsikotik kombinasi (86%) dan antipsikotik tunggal (14%). Antipsikotik yang sering digunakan adalah klozapin (89%) dan paling banyak dikombinasikan dengan risperidon (44%). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan frekuensi rawat inap (p-value= 0,026; RR= 1,317; 95%CI= 1,060-1,636).
Schizophrenia is a chronic mental disorder caused by neurotransmitter imbalances in the brain. The rate of non-compliance in Indonesia with treatment in patients with schizophrenia ranging from 41,2% to 49,5%. Non-conformity not only increases the risk of relapse but also increases the chances of patient hospitalization. Therefore, this study aims to find out the link between drug compliance and hospitalization incidents in schizophrenia patients.
The study is a quantitative observational study using cross-sectional methods in patients undergoing road care at Grhasia Yogyakarta Hospital. Sampling by accidental sampling using medical records. Drug intake compliance is measured by the drug refill method using Medication Possession Ratio (MPR). Univariate analysis to find out the patient's characteristics, characteristics of the disease, and patterns of treatment. Bivariate analysis using a Chi-Square test with a 95% confidence rate to find out the relationship between drug compliance and hospitalization incidents.
The results of the study were obtained with a total of 96 patients the antipsychotic treatment patterns used were combined antipsychotics (86%) and single antipsychotics (14%). The most commonly used antipsychotics were clozapine (89%) and most often combined with risperidone (44%). This study concluded that there was a significant relationship between drug consistency and hospitalization incidence (p-value= 0,026; RR= 1,317; 95% CI= 1,060-1,636).
Kata Kunci : skizofrenia, kepatuhan minum obat, rawat inap