Laporkan Masalah

PEMETAAN DAN EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN UNTUK ARAHAN REHABILITASI DAN PENGGUNAAN LAHAN SUB DAS TEMON DAS SOLO

Dian Kurniasih, Drs. Senawi, M.P,

2006 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Sub DAS Temon merupakan salah satu daerah tangkapan air Waduk Gadjah Mungkur sehingga memerlukan kajian secara berkesinambungan agar dapat mempertahankan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kemampuan; mengetahui arahan rehabilitasi; dan mengetahui arahan penggunaan lahan. Penentuan kelas kemampuan lahan menggunakan metode pencocokkan antara karakteristik lahan dengan kriteria kelas kemampuan lahan menurut Arsyad (1989). Arahan rehabilitasi lahan ditentukan berdasarkan arahan RLKT Dirjen RRL (1998). Sedangkan penentuan arahan penggunaan lahan berdasar pada kelas kemampuan lahan dan rehabilitasi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Temon memiliki kelas kemampuan III seluas 90.01 ha (9.55%), kelas IV seluas 395.30 ha (41.92%), ????elas VI seluas 199.10 ha (21.11%), dan kelas VIl 258.55 ha (27.42%). Arahan penggunaan lahan untuk sawah dengan pergiliran tanaman seluas 109.28 ha (11.59%), pekarangan dengan tanaman campuran seluas 137.03 ha (14.53%), figroforestry termasuk kebun campuran dan kebun rumah seluas 126.71 ha (13.44%), hutan produksi termasuk hutan produksi terbatas dan hutan rakyat seluas 247.47 ha (26.25%), dan penanaman pepohonan, semak belukar, dan rerurnputan untuk tujuan konservasi tanah sempadan sungai seluas 322.36 ha (34.19%). Sedangkan arahan rehabilitasi secara teknik sipil pada lahan dengan arahan penggunaan sawah adalah teras teras bangku disertai saluran pembuangan air; pada pekarangan dan agroforestry adalah teras kredit disertai saluran pembuangan air; pada hutan produksi adalah adalah teras kredit, teras individu, rorak dan atau mulsa vertical; pada sempadan sungai adalah bangunan f engendali banjir dan perlindungan bantaran sungai.

Temon Sub Watershed is one of the catchment area of Gajdah Mungkur Basin so it needs regular evaluation to maintain its function. The goals of this research are to know the land ability, recommendations of land rehabilitation and land uses. The classification of land ability is determinated by matching method between land characteristic and the criterion of land ability classes according to Arsyad (1989). Recommendation of land rehabilitation is determinated from the instruction of land rehabilitation and soil conservation (1998). And determination of land uses is recommended based on the land ability classes and land rehabilitation. The result of this research shows that Temon Sub Watershed have 90,01 ha (9,55%) of class III, 395,3 ha (41,92%) of class IV, 199,1 ha (21,11 %) of class VI, and 258,55 ha (27,42%) of classVII. Recommendation of land uses are rice field with crop rotation i.e. 109,28 ha (11,59), yard with multiple cropping i.e. 137,03 ha (14,53%), agoforestry including mixed garden and home garden i.e. 126,71 ha (13,44%), production forest including limited production forest and community forest i.e. 247,47 ha (26,25%), planting of trees, shurbs, and grasses primarily for soil conservation purposes i.e. 322,36 ha (34,19%). The technical soil conservation can be used for land rehabilitation are bench terrace with water way for rice field; credit terrace with water way for yard and agroforestry; credit terrace, individual terrace, slit pit with or without slot mulch for production forest; and control building of erosion and run off from settlement areas including use of soak pits, absorption well, drop structures, and drains for arround the river area.

Kata Kunci : kemampuan lahan, rehabilitasi lahan, penggunaan lahan

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf