Laporkan Masalah

Optimasi agribisnis tanaman pangan di Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul

SUROTO, Dr.Ir. Slamet Hartono, MSc

2004 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alokasi lahan untuk agribisnis tanaman pangan khususnya tanaman padi, kedelai, jagung, kacang tanah, kacang hijau, kacang tunggak, kacang benguk, dan ubikayu per desa di Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan nilai tambah akibat perubahan usahatani menjadi optimal. Aanalisis yang dipergunakan adalah model programasi linier. Validasi model menggunakan interval konfidensi dengan model dianggap va lid apabila nilai optimal termasuk dalam interval konvidensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan aktivitas optimal maka semua desa mengalokasikan lahan untuk usahatani padi dan kacang tanah. Sedangkan untuk tanaman kacang hijau dialokasikan di desa Sampang dan Serut akan lebih menguntungkan. Tanaman kacang benguk hanya dialokasikan di desa Sampang yang akan lebih menguntungkan. Sedangkan tanaman tumpangsari : padi-jagung-ubikayu akan lebih menguntungkan apabila dialokasikan di desa Ngalang, Hargomulyo, Sampang, dan Serut. Untuk tumpangsari : kacang tanah-jagung-ubikayu akan lebih menguntungkan bila dialokasikan hanya di desa Watugajah. Secara umum hasil analisis optimasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pendapatan akibat dari perubahan aktual menjadi optimal pada agribisnis tanaman pangan di Kecamatan Gedangsari yaitu dari Rp 42.969.658 milyar menjadi Rp 54.651.357 milyar atau terjadi peningkatan sebesar Rp 11.681.699 milyar.

The research was aimes to identify lands allocated for agribusiness food crops, especially rice, soybean, maize, coconut, mungbean, redbean, beans, and casava. In addition, it was aimed to examine total income and value added obtained from optimizing agrib usiness. Analysis was performed by utilizing linear programming. Validation model exploited confidence interval with model regarded as valid when optimum values was introduced into the confidence interval. Result indicated that based on optimum activities, all villages allocated lands for rice and coconut. Sampang and Serut allocated lands for mungbean and Sampang allocated lands for beans due to relatively higher profit provided. The multiple croping : rice-maize-casava had relatively higher profit provided if allocated on Ngalang, Hargomulyo, Sampang, and Serut lands. The multiple croping : coconutmaize- casava had relatively higher profit provided if allocated on Watugajah lands. As whole as, based on optimizing analysis, increasing income from actual to optimum change of Gedangsari agribusines food crops; there were from Rp 42.969.658 billion to Rp 54.651.357 billion; or there were Rp 11.681.699 billion of increase.

Kata Kunci : Agribisnis Tanaman Pangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.