Laporkan Masalah

Sistem pengelolaan agropolitan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo

JAMIN, Fitriah Suryani, Dr.Ir. Slamet Hartono, MSc

2004 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program pengembangan agropolitan berbasis jagung di Provinsi Gorontalo terutama pelaksanaan kegiatan program pengembangan agropolitan berbasis jagung pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo menyangkut capaian program (output) serta mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan (implementasi) program yang meliputi kepemimpinan (pengarahan dan pengkoordinasian), sumber daya (sumber daya manusia, fasilitas, anggaran) dan faktor lingkungan (masyarakat petani). Metodenya bersifat deskriptif dengan teknik analisis kualitatif. Data yang digunakan data primer (wawancara, observasi, dan kuisoner/daftar pertanyaan) dan data sekunder (studi pustaka dan dokumen Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo terutama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo dan BPS). Penelitian ini lebih terfokus pada analisis data sekunder dan dukungan data primer. Pelaksanaan kegiatan program hanya dibatasi pada tahun 2002. Pelaksanaan kegiatan program pengembangan agropolitan berbasis jagung pada tahun 2002 cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan capaian produksi jagung (output) sebesar 134.121,6 ton dibandingkan dengan capaian produksi jagung pada tahun 2001 (131.420 ton), walaupun terkendala dengan musim kemarau. Peningkatan produksi jagung sebagai komoditi unggulan dalam program pengembangan agropolitan disebabkan semakin diminatinya varietas hibrida, yang terlihat dari meluasnya penanaman varietas jagung hibrida oleh petani (28.494,50 ha) dan penggunaan alsintan. Pengarahan dan pengkoordinasian yang dilakukan baik, ketersediaan personil yang cukup, kurang tersedianya fasilitas, jumlah anggaran yang cukup tersedia, dan faktor lingkungan (masyarakat petani) menyangkut kreatifitas masyarakat berupa dukungan masyarakat yang cukup baik.

A research whose goal was to understand implementation of agropolitant development based on corn in Province of Gorontalo, especially implementation of activities of agropolitant development based on corn in the Department of Farming and Food Resistance in Province of Gorontalo concerning achievement of program (output) and examine factors affecting implementation of programs consisting of leadership (direction and coordination), resources (human resources, facilities, budgets) and environment factor (farmer community). The method was descriptive method with qualitative analysis technique. The data used were primary data (interview, observation, questionnaires) and secondary data used reference study and document of Local Government of Gorontalo, especially in Department of Farming and Food Resistance Province of Gorontalo and BPS. This research was more focused to analysis of secondary data and support of primary data. The implementation of activities of programs was only limited to year 2002. The implementation of agropolitant development program based on corn in 2002 was good enough. It is led to achievement of corn production (output) as much as 134.121,6 ton than corn production achievement in 2001 (131.420 ton), although there was inhibited by summer season. Product increase of corn as preeminent commodity in program of development agropolitant caused progressively enthusing of varietas hybrida, what is seen from the wide-speading of cultivation of varietas of corn hybrida by farmer (28.494,50 ha) and used alsintan. The done direction and coordination were of good, the sufficiently available personnel, less availability in facilities, total sufficiently available budget, and environment factors (farmer community) concerned creativity of community, support of community good enough.

Kata Kunci : Agribisnis,Agropolitan,Pengelolaan, implementation-agropolitant program-corn


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.