Laporkan Masalah

Uji Aktivitas Estrogenik Ekstrak Kering dan Hasil Hidrolisis Ekstrak Kering Rimpang Pacing (Costus speciosus, J. Sm) Pada Tikus Betina dan Skrining Fitokimianya

Darini Kurniawati, Dr. C.J. Soegihardjo, Apt.; Drs. Imono Argo Donatsu, SU, Apt.

1990 | Skripsi | S1 FARMASI

Senyawa yang biasa digunakan sebagai bahan obat kontrasepsi hormonal adalah steroid. Efek kontra- sepsi suatu senyawa, secara awal dapat ditunjukkan melalui pengukuran aktivitas estrogenik. Rimpang pacing mengandung senyawa steroid, sedangkan kandungan lainnya belum diketahui. Oleh karena itu, penelitian ini dikerjakan dengan tujuan untuk membuktikan apakah ekstrak etanol 70% yang dikeringkan (ekstrak kering) dan hasil hidrolisis ekstrak kering rimpang pacing memiliki aktivitas estrogenik, serta mencari kandungan senyawa yang kemungkinan terdapat di dalamnya. Penelitian aktivitas estrogenik dikerjakan mengikuti rancangan rambang lugas, menggunakan 56 ekor tikus betina yang dibagi menjadi 8 kelompok sama banyak, umur pih dan telah mengalami ovariektomi. Pada hari ke-8 setelah ovariektomi, tikus kelompok I dan II, berturut-turut diberi larutan PVP 28,6% (kontrol negatif) dan larutan etinil estradiol 100 mcg/kg BB (kontrol positif). Tikus kelompok III, IV, dan V, berturut-turut diberi ekstrak kering rimpang pacing dosis 0,357; 1,071; dan 1,785 g/kg BB melalui oral. Sedangkan tikus kelompok VI, VII, dan VIII, diberi larutan hasil hidrolisis ekstrak kering rimpang pacing dengan dosis sama seperti pada kelompok III, IV, dan V. Pada hari ke-11 dilakukan pengamatan dan pengukuran aktivitas estrogenik mengikuti metode Lee dkk, 1985. Adanya aktivitas estrogenik diamati secara kualitatif berdasarkan kriteria status, tipe sel vagina, perkembangan vagina dan uterus serta secara kuantitatif berdasarkan peningkatan bobot uterus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kualitatif larutan ekstrak kering dan hasil hidrolisisnya dapat bersifat sebagai estrogen. Dan secara kuantitatif, ekstrak kering dapat meningkatkan bobot uterus secara bermakna (p<0,05) berturut-turut sebesar 48,03:50,00; dan 54,93% kontrol negatif, sedang hasil hidrolisisnya hanya bermakna pada dosis tertinggi (1,785 g/kgBB) sebesar 69,74% kontrol negatif. Peningkatan bobot uterus pengaruh rimpang pacing ini setingkat dengan meningkatnya bobot uterus pengaruh etinil estradiol (kontrol positif) yaitu 67,11% kontrol negatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rimpang pacing memiliki aktivitas estrogenik yang tergantung dosis. Penelitian skrining fitokimia dilakukan dengan metode Bettolo dkk,1981 dan kromatografi lapis tipis dengan fase diam silika gel GF 254 serta fase gerak tertentu tergantung senyawa yang dipisahkan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang pacing kemungkinan mengandung paling sedikit empat buah senyawa steroid, tiga buah senyawa fenol, enam buah senyawa flavonoid, empat buah senyawa tanin, dan minyak atsiri. Salah satu senyawa steroid, dengan ko.kromatografi adalah diosgenin.

Kata Kunci : Aktivitas ekstrogenik, Hidrolisis, Rimpang pacing

  1. S1-FAR-1990-DariniKurniawati-abstract.pdf  
  2. S1-FAR-1990-DariniKurniawati-bibliography.pdf  
  3. S1-FAR-1990-DariniKurniawati-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FAR-1990-DariniKurniawati-tittle.pdf