Analisis usaha wanatani (Agroforestry) pola sengon, kopi dan pisang di Kabupaten Lumajang
WULANDARI, Arini, Dr.Ir. Dwidjono HD., MS
2003 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisUsaha Wanatani (agroforestry) merupakan sistem pengusahaan hutan yang merupakan pengusahaan ganda antara komoditas hasil hutan dan komoditas pangan, perkebunan atau peternakan. Disamping keuntungan secara teknis, bentuk usahatani dengan pola agroforestry memiliki kelebihan dalam aspek ekonomis karena produktivitas lahan untuk setiap satuan luas meningkat dan pendapatan petani juga meningkat . Para petani di Kabupaten Lumajang telah melakukan berbagai usaha diversifikasi tanaman pertanian dengan tujuan untuk mendapatkan nilai tambah maksimum dari usahatani dengan cara menanam berbagai jenis tanaman dalam satu luasan lahan untuk meningkatkan hasil usahatani. Para petani di daerah tersebut memanfaatkan lahan hutan rakyat dengan sistem agroforestry yaitu dengan menanam tanaman semusim dan tanaman tahunan dalam satu luasan lahan. Pada umumnya para petani menanam tanaman sengon ditumpangsarikan dengan tanaman kopi dan pisang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kelayakan investasi dari usaha wanatani (agroforestry) yang berkembang di Kabupaten Lumajang tersebut serta tingkat sensitivitas investasi. Dalam penelitian ini data yang digunakan data primer dan sekunder. Dalam melaksanakan penelitian digunakan analisis finansial Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR)dan Payback Period (PBP), dengan umur panen 5, 6 dan 7 tahun dan tingkat suku bunga riil yang digunakan 14%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi usaha wanatani ditinjau dari aspek finansial menguntungkan dan layak diusahakan walaupun ada penurunan produksi 10% dan 20% dan penurunan ataupun kenaikan suku bunga sebesar 6% yang merupakan suku bunga bebas resiko (risk free rate interest) dan suku bunga 20% yang merupakan suku bunga dimana termasuk di dalamnya adalah suku bunga nominal, resiko tertentu dan juga inflasi.
Agroforestry (wanatani) is a system of land management which combines the productive characteristics of forestry with the productive attributes of agriculture. Agrofestry is advantageous not only technically but also economically in increasing land productivity and farmers incomes. Farmers in Lumajang District have diversified horticulture in order to get the maximum value added by planting various crop types in one area. The farmers analyzed exploit village forest with agroforestry system that is by planting forestry and horticulture in one area. They generally plant sengon (Albizia Falcata) with coffee (Coffea Canephora) and banana (Musa Paradisiaca. L.). This research aims at calculating rate of investment feasibility of agroforestry developed in Lumajang District and calculating rate of investment sensitiveness level. Data used is primary and secondary. Indicators of financial aspect studied in this research is the Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR) and Payback Period (PBP) with 5, 6 and 7 years harvesting cycle and 14% riil interest. The research result performs that agroforestry investment in Lumajang District based on financial aspects are lucrative and feasible to afford though the 10% and 20% investment production fall and also 6% risk free rate interest and 20% interest which include nominal, risk and inflation rate.
Kata Kunci : Usaha Wanatani