Laporkan Masalah

Pengaruh Kemitraan Terhadap Ppengembangan Usaha Perikanan Rakyat Tuna Hand Line Di Kabupaten Maluku Tengah

HELUTH,Umar Umayah, Dr.Ir. Dwidjono HD, M.S

2003 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Pengaruh Kemitraan Terhadap Pengembangan Usaha Perikanan Rakyat Tuna Hand Line di Kabupaten Maluku Tengah (The Influence of Collaboration to Hand Line Tuna Citizenry Fishery Development at Central Maluku Regency) Oleh Umar Umayah Heluth. Program Studi Magister Manajemen Agribisnis: Instansi Asal Bappeda propinsi Maluku. Pembimbing Dr. Ir. Dwidjono HD, Wisuda 25 Januari 2004. Kemitraan adalah pola kerjasama antara nelayan/usaha kecil dengan usaha besar (PT Ventura Bahari) yang dituangkan dalam bentuk ikatan kerjasama. Dalam hal ini nelayan menyediakan kapal/perahu dan peralatan pancing sedangkan perusahaan mitra (PT Ventura Bahari) menyediakan mesin tempel dan siap menampung dan memasarkan hasil tangkapan ikan tuna dari nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat produktivitas dan pendapatan nelayan tuna hand line yang menggunakan pola kemitraan dan non kemitraan, mengetahui pengaruh faktor modal usaha, jarak daerah tangkapan, jumlah kapal/perahu yang dimiliki, jumlah umpan dan harga ikan terhadap hasil tangkapan, dan untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha perikanan tuna hand line baik yang ikut pola kemitraan maupun non kemitraan. Penelitian menggunakan metoda diskriptif dengan teknik studi komparatif dan dalam pelaksanaannya menggunakan teknik survei. Daerah sampel yang diambil adalah tiga kecamatan dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Maluku Tengah yang merupakan sentra usaha perikanan Tuna Hand Line. Objek penelitian terbatas pada nelayan Pemilik usaha hand line yang menggunakan pola kemitraan dan non kemitraan. Teknik pelaksanaan metoda dengan studi komparatif yaitu membandingkan produktivitas dan pendapatan antara nelayan yang ikut pola kemitraan dan non kemitraan dan membandingkan kelayakan usaha dari nelayan yang ikut pola kemitraan dan nelayan yang tidak ikut kemitraan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa tingkat produktivitas hasil tangkapan nelayan yang ikut pola kemitraan tidak menunjukan perbedaan, namun pendapatan nelayan yang ikut pola kemitraan lebih tinggi 28,24 % dari nelayan non kemitraan. Faktor modal usaha, jumlah kapal/perahu yang dimiliki, jumlah bahan bakar, dan harga ikan tuna menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap hasil tangkapan. Dari Analisis biaya dan pendapatan usaha penangkapan ikan tuna hand line menunjukan bahwa kegiatan usaha nelayan yang mengikuti pola kemitraan ternyata mampu memberikan pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan nelayan non kemitraan dan masih layak untuk di kembangkan.

The Influence of Collaboration to Hand Line Tuna Citizenry Fishery Development at Central Maluku Regency. By Umar Umayah Heluth. Program Master of Agribusiness Management. Instance Bappeda of Maluku Regency. Guidance : Dr. Ir. Dwidjono HD, MS. Graduation January 25th, 2004. Collaboration is cooperation pattern between fishermen/small business and big one (PT Ventura bahari), which is spelt in collaboration relationship form. For this matter, fishermen provide vessel/boat and fishing equipment, and miter enterprise (PT Ventura bahari) provides patched machine and be ready to shelter and market fishermen tuna outcomes. This research has aimed to know the difference of productivity level and hand line tuna fishermen income that used collaborating pattern and non collaborating one, to gather business capital factor effect, capturing region distance, the amount of owned vessel/boat, bait amount and price of fish to capturing outcomes, and to know proper level of hand line tuna fishery business, whether for collaborating and non collaborating patterns. The research used descriptive method through comparative study and for the implementation through survey technique. The sample area were three selected sub districts from 12 sub districts of Central Maluku Regency, which are the centre of Hand line tuna fishery business. The research object is limited to fishermen who own hand line business that used collaborating and noncollaborating patterns. Technique of implementation method through comparative study, that is comparing productivity and income among fishermen that joined collaborating and non collaborating patterns and comparing proper level of business of fishermen who joined collaborating and not joined collaborating pattern. From research outcomes, it is concluded that productivity level of fishermen capturing outcomes that joined collaborating pattern do not show difference, but their incomes are higher as 28,24% of non collaborating fishermen. Factors of business capital, amount of owned vessel/boat, fuels, and price of tuna fish showed significant effect to capturing outcomes. From financial analysis and hand line tuna fishery business income showed that fishermen who joined collaborating pattern actually give higher income, if compared to non collaborating fishermen and still become proper to be developed.

Kata Kunci : Perikanan Rakyat,Tuna Hand Line,Pengembangan Usaha,Kemitraan, Collaboration, Fishery of fishermen and Core Enterprise


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.