Laporkan Masalah

Menuju Masa Depan Rendah Karbon: Analisis Perbandingan Implementasi Karbon Trading di Indonesia Dalam Konteks Negara-Negara Asia

DIVANTI AYU WULANDARI, Vogy Gautama Buanaputra, S.E., M.Sc., Ph.D., AFHEA

2024 | Skripsi | AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik perdagangan karbon di Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara lain di Asia yaitu China, Korea Selatan, dan Kazakhstan, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Indonesia, dan merumuskan pelajaran yang dapat diambil dari perbandingan tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi dokumen dan literature review, serta purposive sampling untuk memilih sampel keempat negara tersebut berdasarkan lokasi geografis dan status implementasi perdagangan karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perdagangan karbon di Indonesia masih dalam tahap awal dibandingkan dengan China, Korea Selatan, dan Kazakhstan. Tantangan utama yang dihadapi adalah pengembangan infrastruktur dan regulasi, serta partisipasi sektor swasta dan masyarakat sipil yang masih rendah. Indonesia dapat belajar dari pengalaman negara lain untuk memperkuat regulasi, meningkatkan insentif ekonomi, dan mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060.

This study aims to analyze carbon trading practices in Indonesia compared to other Asian countries, such as China, South Korea, and Kazakhstan, identify the challenges faced by Indonesia, and formulate lessons learned from these comparisons. The research employs a qualitative method with document study and literature review, using purposive sampling to select samples of these four countries based on geographical location and carbon trading implementation status. The findings indicate that Indonesia's carbon trading system is still in its early stages compared to China, South Korea, and Kazakhstan. Key challenges include infrastructure and regulatory development, as well as low private sector and civil society participation. Indonesia can learn from other countries' experiences to strengthen regulations, increase economic incentives, and achieve net-zero emissions by 2060.

Kata Kunci : Perdagangan Karbon, Sistem Perdagangan Emisi (SPE), Perubahan Iklim, Bursa Karbon, Tantangan, Regulasi, Rendah Karbon, Emisi Nol Bersih, Emisi Gas Rumah Kaca (GRK), Carbon Trading, Emission Trading Scheme (ETS), Climate Change, Carbon Exchange, Challenges

  1. S1-2024-458345-abstract.pdf  
  2. S1-2024-458345-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-458345-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-458345-title.pdf