Laporkan Masalah

Praktik Kewirausahaan Sosial pada Kelompok Cendawan Jamur di Barak 1, Margoluwih, Seyegan, Sleman

Hikmawan Tegar Filanti, Prof. Dr. Suharko, S.Sos., M.Si.

2024 | Skripsi | Sosiologi

Kewirausahaan sosial menjadi salah satu strategi dalam mengajak generasi muda untuk bertani. Melalui praktek kewirausahaan sosial, petani tidak hanya berfokus pada aktivitas bertani, namun juga harus berorientasi terhadap pasar dan terus melakukan inovasi. Salah satu kelompok petani muda di daerah Seyegan telah menerapkan praktek kewirausahaan sosial dalam menjalankan aktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan pemuda menjadi petani, praktek kewirausahaan sosial kelompok Cendawan Jamur, dan keberlanjutannya. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa alasan pemuda tertarik menjadi petani, yaitu menguntungkan, dukungan dari orangtua, adanya dorongan dari teman sekitar, dan penggunaan smart farming. Sedangkan praktek kewirausahaan sosial pada kelompok Cendawan Jamur terlihat pada partisipasi pemuda di Barak 1 dalam aktivitas pertanian dalam bentuk kerja sama dan gotong royong. Pemanfaatan smart farming dan media sosial dalam bertani merupakan bentuk inovasi yang dapat meningkatkan pendapatan anggota kelompok Cendawan Jamur. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dan dapat berkelanjutan, kelompok ini mengembangkan usahanya dengan berjualan bibit tanaman dan peralatan pertanian. Keberlanjutan praktek kewirausahaan kelompok Cendawan Jamur juga dapat dilihat pada partisipasi masyarakat di dusun Barak 1 dalam mengembangkan Kampung Nanas dengan menggunakan pupuk organik guna menjaga lingkungan.

Social entrepreneurship is one strategy to encourage the younger generation to take up farming. Through social entrepreneurship practices, farmers must not only focus on farming activities, but must also be market-oriented and continue to innovate. One group of young farmers in the Seyegan area has implemented social entrepreneurship practices in carrying out agricultural activities. This research aims to find out the reasons why young people become farmers, the social entrepreneurship practices of the Cendawan Jamur group, and its sustainability. This type of research is qualitative with a case study approach. Research data was collected by conducting interviews, observation and documentation. The results of this research show that there are several reasons why young people are interested in becoming farmers, namely profit, support from parents, encouragement from local friends, and the use of smart farming. Meanwhile, the practice of social entrepreneurship in the Cendawan Jamur group can be seen in the participation of youth in Barak 1 in agricultural activities in the form of cooperation and mutual cooperation. The use of smart farming and social media in farming is a form of innovation that can increase the income of members of the Mushroom Fungus group. To get more and sustainable profits, this group is developing its business by selling plant seeds and agricultural equipment. The sustainability of the entrepreneurial practices of the Cendawan Jamur group can also be seen in the participation of the community in Barak 1 hamlet in developing Kampung Nanas using organic fertilizer to protect the environment.

Kata Kunci : petani milenial, kewirausahaan sosial, kelompok Cendawan Jamur

  1. S1-2024-446208-abstract.pdf  
  2. S1-2024-446208-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-446208-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-446208-title.pdf