Laporkan Masalah

PENAKSIRAN POTENSI KAYU PERKAKAS DARI LAHAN HUTAN RAKYAT Studi Kasus di Desa Selopuro dan Desa Sumberejo Kec.Batuwarno, Kab.Wonogiri, Prop. Jawa Tengah

Isti Kodariyah, Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr., Sc.

2006 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pembangunan lmtan rakyat di Kabupaten Wonogiri yang pada awalnya untuk: optimalisasi lahan-labau terlantar dan tidak produktif dengau pengbijauan, kini mulai dipandang bisa memberikan nilai tambal1 ekouomi bagi masyarakatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kayu hutan. rakyat meliputi struktur dan komposisi jenis penyusun dan volmne kayu perkakas (merchantable volume). Pengambilan sampel dilakukan dengan cara penarikan sampe] terarah (purposive sampling) yaitu dipilih dua desa di Kecamatan Batuwamo. Desa yang dipilih adalah Desa Selopuro dan Desa Sumberejo, dengan aJasan bahwa kedua desa tersebut memiliki hutan rakyat yang cukup baik dan telah mendapal sertifikasi dari Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis pohon penyusun hutan rakyat di Desa Sumberejo adaJah jenis mahoni yaitu sebanyak 502 pohon/ha, jati sebanyak 25 pohon/ha, dan akasia sebanyak 47 pohon/ha. Sedangkan di Desa Selopuro jenis mahoni yaitu sebanyak 379 pohon/ha, jati sebanyak 87 pohon/ha, dan akasia sebanyak 16 pohon/ha Struktur huran menunjukkan struk:tur diameter yang mengikuti kurva berbentuk J terbalik. Pohon dengau diameter kecil mempunyai jumlah pohon yang besar dan semakin besar diameter semakin kecil jumlah pol1011nya. Dari penaksiran poteusi kayu perkakas, diketahui bahwa tiap hektar lahau hutan rakyat di Desa Selopuro besamya volume kayu perkakas 3 .17 m3 /ha mltuk akasia, volume kayu perkakas 31.89 m3 /ha wlt:Uk jati, volume kayu perkakas 86.95 m3/ha untuk mahoni. Sedangkan volume k.ayu perkakas campuran untukjenis akasia sebesar 2.82 m3/ha, 31.11 m3/ha untukjati> dan 85.90 m3/ha untuk mahoni. Sedangkan di Desa Sumberejo besamya volume kayu perkakas 10.66 m3/ha untuk: akasia, volume kayu perkakas 5.33 m3/ha untuk jati. volume kayu perkakas 116.60 m3/ha untuk mahoni. Sedangkan volume kayu perkakas campuran untuk jenis akasia sebesar 9.59 m3/ha, 5.16 m3/ha tmtukjati, dan 102. 78 m3/ha untuk mahoni.

At First, the development of community forest in Wonogiri Regency aimed to optimal the bare-land and 1mproductive land through replanting. Nowadays, community forest can be used to imprave people economic value. 111is research aimed to evaluate the wood potential from community forest including strucn,re mid composition of species, and merchantable volume. Purposive sampling was applied in this researched, the sampling had selected two villages on Sub-district of Batuwamo. The selected villages are Selopuro mul Sumberejo village, because both of the villages have good C<>ndition of a.mummity forest and received a certification from Indonesian Eco-Labeling Institute (LEI). Result of the research indicated that community forestry in Sumberejo con,po.ted by species of; mahogany trees (502 trees/ha), teak (25 trees/ha), and acacia (/6 trees/ha). The forest structure showed that diameter structure followed inversed J curve. Small diameter trees are bigger in number than big diameter trees. From the estimation of merchantable wood potential, it revealed that the value of merchardable wood volume per hectare in comm1mity fiJrest of Selopuro village is 3.17 m3lha fbr acacia, 31.89 m3/ha for teak, 86.95 m3/ha for mahogacy. and volume of merchantable mixture wood is 2.82 m3/ha for acacia, 31.11 m3/hafor teak, 85.90 m3/ha for mahogany. While in Sumberejo village, the value of merchantable wood volume is /0.66 m3/ha for acacia, 5.33 m3/ha for teak, I I 6.60 m3/ha fiJr mahogany and volume of merchantable mixture wood is 9.59 m3/ha.for acacia, 5.16 mll/1ajor teak, 102. 78 m3/ha for mahogany.

Kata Kunci : hutan rakyat, potensi, kayu perkakas

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf