Laporkan Masalah

penerapan Harga Transfer Di Bank BRI Wilayah Jawa Tengah

SOERATMAN, Ir. Ken Suratiyah, M.S

2003 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian yang obyeknya di Bank BRI ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan manfaat harga transfer yang diterapkan pada usaha jasa bank khususnya dalam perannya untuk mendorong pertumbuhan dana dan laba perusahaan. Data primer dan sekunder hasil penelitian yang diperoleh dengan teknik observasi, survai dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan metode diskripsi. Khusus untuk mengetahui seberapa jauh manfaat harga transfer dalam mendorong pertumbuhan dana dan laba perusahaan, dianalisis menggunakan alat bantu tabel, grafik, dan uji statistic (uji-t). Harga transfer pada usaha jasa bank memiliki karakter unik yang berbeda dibandingkan pada usaha non-jasa, berupa: kantor cabang bank sebagai pusat laba tidak memiliki wewenang memilih alternatif dalam me njual atau membeli ekses dana (ke pasar uang), dan tidak memiliki hak untuk tawar-menawar dalam menetapkan tarif harga transfer. Hal ini karena penerapan harga transfer merupakan kebijakan sentral untuk mendorong pertumbuhan dana dan mengelola aktiva-pasiva bank, sekaligus merupakan alat untuk menilai kinerja kantor cabang berdasarkan perolehan laba yang realistik. Kebijakan harga transfer direspon secara berbeda-beda oleh kantor cabang sesuai potensi dan kondisi wilayahnya. Dari hasil penelitian di cabang yang surplus dana, harga transfer memberikan manfaat positif dalam mendorong pertumbuhan dana, tetapi tidak bermanfaat positif dalam mendorong pertumbuhan laba akibat pertumbuhan dana diperoleh dari deposito yang berbiaya mahal. Sebaliknya di cabang yang defisit dana, harga transfer tidak memberikan manfaat positif dalam mendorong pertumbuhan dana, tetapi labanya tumbuh positif akibat perolehan pendapatan dari pertumbuhan kredit. Manajemen bank BRI perlu segera melakukan penelitian yang komprehensif dan tersistem untuk mengevaluasi kebijakan funds transfer pricing yang sudah sejak lama diterapkan tersebut guna mencari jalan keluar atas kendala dan permasalahan yang ada, supaya harga transfer mampu memberikan manfaat yang lebih efektif.

This research which took BRI bank as its object has the purpose to determine the characteristics and transfer pricing advantages that implemented in banking industry, particularly in its part to stimulated funding growth and corporate funding. Primary and secondary data resulted from this research were obtained from observation techniques, surveys and literature reviews which then being analyzed using descriptive method. In particular, to determine how far transfer pricing advantages stimulated the funding growth and corporate funding was analyzed using some supporting tools such as tables, graph and statistical test (t-test). Transfer pricing in banking industry has a unique different characters compare to those of non-service industry, in the form that: branch office as the funding centre does not have any transfer pricing decision to sell or buy the excess fund (to money market), and does not have the rights of sourcing decision in ascertain transfer pricing tariff. This was because transfer pricing implementation is tact to stimulate the funding growth and manage bank’s assets and liabilities centrally, simultaneously as the tool to estimate branch office performance based on realistic fund obtained. Transfer pricing tact was responded differently by the branch office according to potential and area condition. From research result in funding surplus branch, transfer pricing was given positive advantages in stimulating the funding growth, but

Kata Kunci : Harga Transfer,Usaha Perbankan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.