Laporkan Masalah

Proses migrasi dan pola mobilitas penduduk berdokmosili di desa Condongcatur kecamatan Depok Sleman

Retno Prihandini, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra

1999 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian migrasi dilakukan di Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman ini secara umum mempunyai tujuan untuk mengetahui proses migrasi. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tahap migrasi dari para migran, faktor yang paling dominan mempengaruhi migran untuk menetap di Desa Condongcatur, dan status sosial ekonomi rumah tangga migran di Desa Condongcatur. Pengambilan daerah penelitian dilakukan secara purposive diambil dua dusun dari 17 dusun yang ada di Desa Condongcatur yaitu Dusun Ngringin (Perumahan Ngringin (1320 populasi) dan Perumnas Condongcatur (2000 populasi)) dan Dusun Dero (1200 populasi). Responden yang diambil adalah kepala rumah tangga migran yang telah menetap di Desa Condongcatur minimal selama 6 bulan. Dua dusun ini secara acak (random) diambil 100 responden dengan dibedakan antara migran yang membuka usaha di rumah (50 responen) dan migran yang tidak membuka usaha di rumah (50 responden). Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data skunder. Analisis yang digunakan adalah analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa proses migrasi beberapa tahap lebih banyak (96 responden/968) dilakukan daripada migrasi satu tahap (4 responden/4%).Migrasi satu tahap ini hanya disebutkan oleh migran dari Dusun Dero. Alasan migran memilih Desa Condongcatur sebagai daerah tujuan terakhir migran terbesar adalah alasan perekonomian (73 migran). Alasan perekonomian yang disebutkan adalah harga lahan yang masih murah (53 migran/72, 68) dan alasan kredit murah (20 migran/27,48). Selain alasan perekonomian ada alasan aksesibilitas (14 migran) dan alasan kekerabatan (13 migran). Alasan aksesibilitas yang disebutkan adalah dekat dengan tempat kerja (6 migran/42,9%) dan alasan kemudahan mendapatkan konsumen (8 migran/57, 18). Keadaan perekonomian rumah tangga migran menunjukkan skor sedang baik untuk migran yang membuka usaha (skor 31) maupun migran yang tidak membuka usaha. (skor 35). Perbedaan skor ini terjadi karena yang menanggung pengeluaran rumah tangga migran adalah kepala rumah tangga/migran sendiri. Migran membuka usaha pada dasarnya hanya bekerja membuka usaha toko di rumah saja tetapi dimana penghasilannya lebih rendah daripada migran tidak membuka usaha yang mempunyai pekerjaan di sektor formal.

-

Kata Kunci : Retno Prihandini

  1. S1-1999-94330-Retno_Prihandini-abstract.PDF  
  2. S1-1999-94330-Retno_Prihandini-bibliography.PDF  
  3. S1-1999-94330-Retno_Prihandini-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1999-94330-Retno_Prihandini-title.PDF