ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN HUTAN RAKYAT DAN REHABILITASI KAWASAN (Studi Kasus di SubDAS Tiken DAS Solo Hulu Kabupaten Wonogiri)
MUHAMMAD ARIF SETIAWAN, Drs. Senawi, MP
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANTekanan penduduk yang semakin meningkat di Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam hal pemanfaatan sumberdaya alam, khususnya sumberdaya hutan, menyebabkan banyak munculnya lahan-lahan kritis ataupun tak produktif. Hutan merupakan salah satu ekosistem yang paling penting dan menentukan dalam menjaga keberlangsungan sistem hidrologi, sehingga perlu diupayakan usaha rehabilitasi. Salah satu aspek penting dalam upaya rehabilitasi kawasan adalah kesesuaian lahan. Dalam penggunaan lahan di DAS, hutan rakyat diharapkan memberikan kontribusi yang nyata baik dalam segi konservasi maupun bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pemilik lahan serta mempertahankan luasan optimal hutan pada suatu kawasan DAS. Penelitian ini bertujuan untuk memilih jenis tanaman kehutanan yang sesuai dengan daerah setempat untuk pengembangan hutan rakyat dan rehabilitasi kawasan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode matching, yaitu mencocokkan antara persyaratan tumbuh dari jenis tanaman terpilih dengan kualitas dan karakteristik lahan. Jenis tanaman terpilih merupakan hasil dari observasi lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan untuk jenis tanaman terpilih tidak ada yang termasuk dalam kelas sangat sesuai (S 1 ). Rekomendasi tanaman dilakukan dengan memperhatikan penggunaan lahan serta kondisi lahan. Rekomendasi ditujukan untuk menghasilkan tanaman hutan rakyat yang heterogen. Akasia dan Lamtoro direkomendasikan untuk satuan lahan yang mempunyai kelerengan curam, yaitu Da.V.DysTro dan Den.V.DysTro seluas 304,48 Ha (17,82 %). Jati, Lamtoro dan Kopi direkomendasikan untuk satuan lahan Karst.II.UsHpCr dan Den.Il.Dystro seluas 75,06 Ha (32,21 %). Jati, Akasia, dan Lamtoro direkomendasikan untuk satuan lahan Da.I.UsPel; Da.II.UsHpCr; Da.IV.UsHpCr; dan Da.11.UsPel serta Den.lV.Dystro seluas 731,58 Ha (42,82 %).
The exploitation of natural resources specially forest done by people living in the watershed (DAS) as the effect of the people's increased need resulted in critical and inproductive fields. Forest is an ecosystem playing a very important role to keep the hydrology system sustainability so that rehabilitation of the area is a must to do by doing field matching. In cultivating DAS, community forest is hopped to give a real contribution in conservation side, improvement of the community's prosperity, and optimum rnaintanance of forest in DAS. This study aimed at choosing the suitable type of forest plant with the area to develop community forest and area rehabilitation. This study used matching rnethode, that is, to match the requirement of selected plant type growth and quality as well as the charateristics of the land. The selected plant type was the result of the field observc,1tion and intervie-yv. The results showed that no land suitability level for selected plant type included in very suitable (S 1 ). Plant recomendation was done by noticing land utilization and area condition to make heterogeneous community forest. Akasia (Acacia auriculiformis) and Larntoro (Leucaena leucocephala) were recomended for a steep land, that is, Da.V.DysTro and Den.V.DysTro ith 304.48 Ha (17.82 %) in width. Jati (Tectona grandis), Lamtoro (Leucaena leucocephala), and Kopi (Coffea robusta) were recomended for a Karst.II.UsHpCr and Den.II.Dystro with 75.06 Ha (32.21 %) in width. Jati (Tectona grandis), Akasia (Acacia auriculiformis), and Lamtoro (Leucaena leucocephala) were recomended for Da.I.UsPel; Da.lI.UsHp.Cr; Da.IV.UsHpCr; and Da.II.UsPel as well as Den.IV.DysTro with 731.58 Ha (42.82 %) in width.
Kata Kunci : Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi kawasan, Hutan rakyat, Kesesuaian lahan