Kesesuaian lahan untuk pertanian di kecamatan Dlingo kabuapten Dati II Bantul propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Budiyantoro, Drs. Jamulya, M.S.; Drs. Suratman, M.Sc.
1992 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilakukan di Kecamatan Dlingo Kabupaten Daerah Tingkat II Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakar¬ta, terletak 25 kilo meter arah Tenggara Kota Yogyakarta, dengan luas keseluruhan 5596,9 Ha,Daerah penelitian termasuk Wilayah Pengembangan bagian timur dari Rencana Pembang- unan Kabupaten Bantul. Daerah ini akan dikembangkan untuk penanaman palawija, hortikultura, tanaman perdagangan dan reboisasi tanah-tanah kehutanan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kelas kesesuai¬an lahan untuk tanaman padi gogo, jagung, belinjo, mete dan tanaman nanas, menentukan faktor pembatas lahan yang ada pada setiap kelas kesesuaian lahan, serta menentukan alternatif jenis tanaman daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan metode survei yang meliputi pengamatan, pengukuran, pencatatan secara sistematik data yang ada di lapangan dan dilengkapi kerja labotatorium. Batuan lahan sebagai satuan peta ditentukan dari peta bentuklahan, peta lereng, peta tanah dan peta penggunaan lahan dengan teknik tumpang susun. Peta satuan lahan daerah penelitian dibuat dengan skala 1 : 50.000. Daerah peneliti¬an terbagi menjadi 31 satuan lahan. Pengambilan sampel dengan teknik cuplikan acak terst-rata, yaitu sampel diambil secara acak dengam, strata satuan lahan.Setiap satuan lahan diadakan diadakan peagamatan dan pengambilan contoh tanah untuk dianalisa di laborator¬ium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan untuk tanaman padi gogo dan jagung dengan kelas ham¬pir sesuai seluas 3.941,32 Ha atau 70,42 %, kelas tidak tidak sesuai kini ( N1 ) seluas 1.341,26 Ha atau 24% dan kelas tidak sesuai permanen ( N2 ) seluas 312,30 Ha atau 5,59 %. Kelas kesesuaian lahan untuk tanaman belinjo dan mete dengan kelas cukup sesuai (S2) seluas 100,78 Ha atau 1,8% kelas hampir sesuai (S3) seluas 3.613,42 lia atau 64,7% kelas tidak sesuai kini ( N1 ) seluas 313,42 na atau 5,6 % dan kelas tidak sesuai permanen ( N2 ) seluas 1.568,8 Ha atau 28,03 %. Kelas kesesuaian lahan untuk tanaman nanas dengan kelas cukup sesuai (S2) seluas 257,5 Ha atau 4,6 %, kelas ham- pir sesuai (S3) seluas 3.207,57 Ha atau 57,31 % dan kelas tidak sesuai permanen seluas 2.131,11 Ha atau 38,09 %. Faktor pembatas permanen untuk tanaman padi gogo dan jagung adalah medan, untuk tanaman belinjo dan mete adalah kondisi perakaran dan untuk tanaman nanas adalah kondisi perakaran juga. Alternatif jenis-jenis tanaman yang dapat dikemban- kan adalah, untuk tanaman padi gogo dan jagung meliputi satuan lahan SG II LL Sw, SB1 III ML Sw, SB1 I ML Sw, SB2 III ML Tg, untuk tanaman jagung meliputi satuan-satuan lahan SB2 III ML Pm dan KB III ML Tg, untuk belinjo dan mete meliputi satuan-satuan lahan SG II LL Tg, SG III LL Sw, SG IV LL PM,SG IV LL Tg,SG IV LL Sw, SB1 III ML Tg,SB1 IV ML Tg, SB2 II ML Pm dan KB III ML Pm, untuk belinjo meliputi satuan lahan SB2 I ML Pm, un¬tuk tanaman nanas meliputi satuan-satuan lahan SG II LL Pm, SG III LL Pm, SG III LL Tg, SB1 III ML Pm, SB2 I ML Tg, sB2, II ML Tg, SB2 III Gr PM , SB2 IV Gr TG dan F1 TV AL Sw dan perlakuan konservasi untuk satuan-satuan lahan SG V LL Tg, SG V LL Sw, SB1 IV ML Sw, SB2 IV GrHtKB III ML Ht dan Fl IV AL Ht.
-
Kata Kunci : Kesesuaian lahan,Dlingo,Bantul,DIY