SIFAT BALOK LAMINASI KAYU AKASIA FORMIS (Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth.) MENURUT JUMLAH PEREKAT LABUR DAN TEKANAN KEMPA
Mahendra Sopiandi , Prof. Dr. Ir. T.A. Prayitno, M. For.
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANTebangan tahunan dari hutan produksi hanya mencapai 20 juta m3/tahun padahal kebutuhan rata-rata kayu pada tahun 2003 saja mencapai 44,8 juta m3 . Ketersediaan kayu sebagai bahan baku bagi industri pengolahan kayu yang semakin menurun ini memaksa para praktisi bidang kehutanan untuk menemukan usaha-usaha yang tepat dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan kayu dengan menggunakan limbah yang tersedia dan jenis-jenis non komersial yang kurang dikenal untuk dijadikan produk yang lebih memiliki nilai jual. Papan dan balok laminasi adalah altematif yang dapat menggantikan balok atau tiang dari kayu solid sebagai salah satu langkah efisiensi seperti yang dimaksud di atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya penga1uh jumlah perekat labur dan tekanan kempa serta interaksinya terhadap sifat fisika dan mekanika balok laminasi kayu akasia fonnis. Bahan penelitian ini terdiri dari kayu akasia formis, perekat urea formaldehida, NHiCI sebagai hardener dan tepung tapioka Rose Brand sebagai extender. PeneHtian ini diteliti dengan rancangan acak lengkap atau completely randomi::,ed design (CRD) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor, yaitu jumlah perekat labur yang terdiri dari 3 aras yaitu perekat labur 40 #/l\1DGL, 50 #/MDGL dan 60 #/MDGL serta tekanan kempa yang terdiri dari dua aras yaitu 3,06 ton dan 4,25 ton. Hasil ana!isis varians yang memberikan perbedaan nyata diuji lanjut dengan Metode Tukey HSD. Pengujian sifat fisika dan mekanika papan laminasi kayu akasia formis meliputi kadar air dan kerapatan kering udara serta keteguhan lengkung statis yang meliputi MPL, MOE dan MOR. Pembuatan contoh uji dan pengujian mengikuti ASTM D 143-94. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor jumlah perekat labur dan faktor tekanan kempa tidak menunjukkan adanya interaksi. Faktor jumlah perekat labur berpengaruh nyata terhadap kerapatan kering udara, MPL dan MOR, sedangkan faktor tekanan kempa tidak memiliki pengaruh yang nyata pada semua sifal fisika dan mekanika yang diuji. Rata-rata kadar air kering udara balok laminasi 12,07 %, kerapatan kering udara 0,82 g/cm3, MPL 752,16 kg/cm2 , MOE 989.490 kg/cm2 dan MOR 927,57 kg/cm2 . Nilai kerapatan kering udara turun dari jumlah perekat labur 40 #/l\1DGL dengan nilai sebesar 0,83 gr/cm 3 ke 50 #/MDGL dengan nilai sebesar 0.78 gr/cm3 dan naik kembali padajumlah perekat labur 60 #/MDGL dengan nilai sebesar 0,85 gr/cm3 • Nilai MPL turun dari jumlah perekat labur 40 #/MDGL dengan nilai sebesar 776, 12 kg/cm 2 ke 50 #/MDGL dengan nilai sebesar 623,59 kg/cm2 dan naik kembali pada 60 #/l\1DGL dengan nilai sebesar 856,77 kg/cm2 • Nilai MOR turun dari jumlah perekat labur 40 #/MDGL dengan nilai sebesar 963,24 kg/cm2 ke 50 #/MDGL dengan nilai sebesar 767,55 kg/cm2 dan naik kembali pada jumlah perekat labur 60 #/MDGL dengan ni!ai sebesar 1051,94 kg/cm2 •
Kata Kunci : akasia formis, perekat labur, balok laminasi, tekanan kempa