Laporkan Masalah

Pengaruh Faktor Makroekonomi dan Ukuran Industri Terhadap Tingkat Wanprestasi Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi Di Indonesia

Rosnalia, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.

2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Industri Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi di Indonesia atau yang juga disebut sebagai Peer-to-peer Lending (P2PL) merupakan suatu industri teknologi keuangan (Financial Technology) yang berkembang dengan pesat.  Sesuai dengan sifat dari industri P2PL, risiko kredit merupakan risiko yang paling utama. Salah satu indikator ukuran kinerja industri P2PL dalam pengelolaan risiko kredit adalah tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) peminjam. Dengan menguji pengaruh kondisi ekonomi serta karakteristik industri P2PL terhadap TWP90, maka investor atau pemberi pinjaman mampu menilai risiko kredit dan melakukan keputusan investasi dengan tepat, serta menjadi informasi yang berguna bagi regulator dalam merumuskan kebijakan dan aturan di industri P2PL.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor makroekonomi serta faktor ukuran industri yang mempengaruhi TWP90. Pengujian dilakukan terhadap data agregat industri P2PL yang dipublikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia serta variabel makroekonomi Indonesia selama periode 2019 hingga 2023.

Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa peningkatan kondisi makroekonomi yaitu pertumbuhan PDB berpengaruh dalam penurunan TWP90. Kondisi keuangan yang diindikasikan dengan tingkat inflasi dan kebijakan moneter yaitu BI-Rate memberikan dampak peningkatan terhadap TWP90. Tingkat pengangguran ditemukan tidak memiilki pengaruh terhadap TWP90. Temuan lain dari penelitian ini menunjukan total aset perusahaan penyelenggaran P2PL berpengaruh secara negatif terhadap TWP90. Jumlah dana penyaluran juga terbukti berpengaruh negatif terhadap TWP90 P2PL, sedangkan volume transaksi tidak terbukti memberikan pengaruh.

The Information Technology-Based Peer-to-peer Lending Industry in Indonesia, also known as Peer-to-Peer Lending (P2PL), is a rapidly growing sector within the financial technology landscape. Allign with the nature of the P2PL industry, the key risk is credit risk. One of the key performance indicator for P2PL industry for credit risk management is the 90-day delinquency rate (TWP90) of borrowers. By examining the impact of economic conditions and the characteristics of the P2PL industry on TWP90, investors or lenders able to assess credit risk and make informed investment decisions. Additionally, this information is valuable for regulators in formulating policies and regulations for the P2PL industry.

This study aims to examine the macroeconomic factors and industry size factors that affect TWP90. The analysis is conducted on aggregate data from the P2PL industry published by the Financial Services Authority of Indonesia (OJK) as well as Indonesian macroeconomic variables during the period from 2019 to 2023.

The results of this study indicate that improvements in macroeconomic conditions, such as GDP growth, are associated with a decrease in TWP90. Economic conditions, as indicated by the inflation rate and monetary policy (BI-Rate), have a positive impact on TWP90. The unemployment rate was found to have no effect on TWP90. Another finding of this study shows that total assets of P2PL platforms negatively affect TWP90. The amount of disbursed funds also proven has negatively affect TWP90, while transaction volume does not have a significant effect.

Kata Kunci : Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi, Risiko Kredit, Tingkat Wanprestasi, Ukuran Industri P2PL, Makroekonomi, Indonesia

  1. S2-2024-499447-abstract.pdf  
  2. S2-2024-499447-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-499447-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-499447-title.pdf