Efisiensi Pemasaran Komoditi Kakao Di Kabupaten Kolaka
LAKEBO, Rony Jaya, Prof.Dr.Ir. Masyhuri
2003 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran dari setiap pola pemasaran kakao dan mengetahui tingkat integrasi pasar dan elastisitas transmisi harga kakao di Kabupaten Kolaka. Metoda yang digunakan untuk pemilihan lokasi penelitian menggunakan metoda purposive.Data dianalisis dengan 2 (dua) pendekatan yaitu analisis tabel dan statistik. Faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran menggunakan analisis regresi linier berganda, integrasi pasar dengan model korelasi Hasil penelitian menunjukan ada 3 pola pemasaran dalam penelitian kakao di Kabupaten Kolaka, yaitu : Pola pertama produsen menjual kakao kepada pedagang pengumpul desa, kemudian pedagang pengumpul desa menjualnya kepada pedagang pengumpul kecamatan/ kabupaten kemudian pengumpul kabupaten menjual ke eksportir yang berada di Makassar dan selanjutnya eksportir akan mengekspor keluar negeri. Pola kedua adalah petani langsung menjual ke pedagang pengumpul kabupaten yang berada di kota Kolaka dan selanjutnya pedagang pengumpul ini akan menjualnya ke eksportir. Pola ketiga adalah petani menjual kakaonya langsung ke kantor perwakilan industri, khususnya yang berada di kecamatan Ladongi. Faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran kakao di Kabupaten Kolaka yaitu harga dan produksi sedangkan faktor-faktor yang tidak mempengaruhi secara nyata adalah dummy variabel kecamatan. Pemasaran kakao berdasarkan hasil analisis integrasi pasar memperlihatkan suatu pola pasar persaingan tidak sempurna. Berdasarkan hasil analisis elastisitas transmisi harga, didapatkan angka < 1, yang berarti harga di tingkat pedagang akan mempengaruhi harga pada tingkat produsen sehingga hal tersebut mengindikasikan bahwa pemasaran kakao tersebut berlangsung pada pasar persaingan tidak sempurna yang berarti juga sistem pemasarannya tidak efisien.
This study aimed to learn factors influencing marketing margin of each cocoa marketing patterns and learn market integration level and price transmission elasticity of cocoa in Kolaka regency. Method used to choose study location was purposive method. Data was analyzed using two approaches, that is, table analysis and statistic. Factors influencing marketing margin were defined using linear multiple regression and market integration was determined using correlation model. Result of the study indicated that there were 3 marketing patterns in the study on cocoa in Kolaka regency. First, producer sold cocoa to village collecting sellers, then the seller sold to district/regencial collecting sellers that sold to exporter in Makassar and finally the exporter exported the commodity to abroad. Second, the farmers sold directly to regencial collecting seller in Kolaka and then the regencial collecting seller sell to exporter. Third , the farmers sold cocoa directly to industrial agent office, especially in Ladongi district. Factors influencing margin of cocoa marketing in Kolaka regency were price and production, while factors not influencing significantly was variable dummy of district. Cocoa marketing, based on analysis of market integration, indicated that there was not perfect competition. Elasticity analysis of price transmission was less than 1, that means price in seller level will influence price in producer level.
Kata Kunci : Kakao,Efisiensi Pemasaran, marketing efficiency, marketing margin, cocoa, Kolaka regency