Pengaruh kondisi sosial ekonomi dan aksesibilitas terhadap tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan serta pengaruh lokasi fasilitas terhadap pola pencarian pengobatan : Studi komparatif daerah perkotaan dan pedesaan dibeberapa kecamatan, kabupaten Bantul
Rini Rachmawati, Dr. A.J. Suhardjo, M.A.
1993 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPermasalahan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah perkotaan dan pedesaan. Di samping itu juga adanya pola pencarian pengobatan ke luar daerah layanan. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengaruh kondisi sosial ekonomi penduduk dan aksesibilitas daerah terhadap tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan (2) Mengetahui pengaruh lokasi fasilitas pelayanan kesehatan terhadap pola pencarian pengobatan. (3) Membandingkan tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan. Penelitian ini dilakukan di empat kecamatan terpilih di Kabupaten Bantul. Keempat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Kasihan sebagai sampel daerah perkotaan, Kecamatan Dlingo sebagai sampel daerah pedesaan 1, Kecamatan Kretek sebagai sampel daerah pedesaan 2 dan Kecamatan Bantul sebagai sampel daerah pedesaan 3. Pengukuran kondisi sosial ekonomi penduduk dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan responden. Pengukuran tingkat aksesibilitas diperoleh dari data sekunder. Sedangkan pengukuran optimalitas lokasi fasilitas rumah sakit dan puskesmas diukur dengan menggunakan paket program komputer LFPJ (Lokasi Fasilitas Pada Jaringan). Cara analisis yang digunakan adalah analisis statistik korelasi, kai kuadrat, regresi, dan 'one-way'. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi penduduk (tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan) dan aksesibilitas daerah sedangkan pola pencarian pengobatan dipengaruhi oleh lokasi fasilitas pelayanan kesehatan. Daerah perkotaan (Kecamatan Kasihan) mempunyai kondisi sosial ekonomi dan aksesibilitas yang lebih baik dibandingkan dengan daerah pedesaan (Kecamatan Dlingo, Kretek dan Bantul) sehingga tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih baik lebih tinggi. Rumah Sakit Kabupaten bantul tidak terletak pada lokasi yang optimal sehingga pola pencarian pengobatan ke rumah sakit di luar daerah layanan (di luar Kabupaten Bantul) besar. Diantara puskesmas di kecamatan penelitian, puskesmas di Kecamatan Bantul tidak berada pada lokasi yang optimal sehingga pola pencarian pengobatan ke puskesmas di luar daerah layanan (di luar Kecamatan Bantul) besar.
-
Kata Kunci : Fasilitas Pelayanan kesehatan,Pola Pengobatan,Bantul,DIY,Perkotaan,Pedesaan,Kasihan,Dlingo,Kretek,Puskesmas