Uji Kestabilan Genetik Tanaman Kosmos Kuning (Cosmos sulphureus Cav.) Hasil Transformasi Genetik Pembawa Gen nptII Pada Generasi T3
AGNES THERESIA SIMANULLANG, Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc. ; Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D
2024 | Skripsi | AGRONOMI
Kestabilan genetik dan ekspresi
yang konsisten pada tanaman hasil
transformasi merupakan indikator
penting untuk kesuksesan transformasi genetik. Tanaman
transgenik dikatakan stabil jika gen yang diinsersikan pada tanaman
induk ditemukan kembali pada tanaman generasi berikutnya. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan
gen nptII dan penampakan morfologi tanaman kosmos kuning hasil transgenik pada
generasi ketiga (T3). Gen nptII merupakan
gen yang memiliki resistensi atau tahan terhadap antibiotik kanamisin. Uji kestabilan genetik dilakukan melalui dua
metode, yaitu menggunakan analisis molekuler dan fenotiping terhadap ciri-ciri
morfologis tanaman berdasarkan karakter kualitatif dan kuantitatif. Karakter
kualitatif diperoleh dengan menggunakan panduan karakterisasi UPOV, sedangkan data-data
karakter kuantitatif dianalisis dengan Uji Beda Nyata Jujur Tukey dengan
taraf 5 % dan
segregasi dengan Uji Chi Kuadrat. Penelitian diawali dengan seleksi awal 73 biji
tanaman transforman yang diperoleh dari tanaman transforman generasi kedua di
media antibiotik kanamisin 50 ppm dan dihasilkan 28 bibit tanaman putatif.
Kemudian dilakukan analisis PCR untuk mengkonfirmasi keberadaan gen nptII dengan
ukuran 500 bp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 tanaman
menunjukkan positif gen nptII dengan persentase kestabilan sebesar 32,14%. Gen
nptII diturunkan dengan mengikuti pola segregasi 1:1. Tanaman transforman gen
nptII menunjukkan perbedaan perbedaan yang nyata pada beberapa
karakter morfologi yang berbeda nyata dengan tipe liarnya seperti tinggi
tanaman, jumlah daun, panjang daun bagian bawah, lebar daun tengah, tangkai daun,
panjang terminal daun, panjang tangkai, diameter bunga, panjang pita, dan lebar pita.
Genetic
stability and consistent expression in transformed plants are important
indicators for successful genetic transformation. Transgenic plants are said to
be stable if the inert genes in the parent plant are rediscovered in the next
generation of plants. This study aims to determine the stability of the nptII
gene and the morphological appearance of transgenic yellow cosmos plants in the
third generation (T3). The nptII gene is a gene that has resistance to the
antibiotic kanamycin. Genetic stability tests are carried out through two
methods, namely molecular analysis and phenotyping of plant morphological
characteristics based on qualitative and quantitative characteristics.
Qualitative characters were obtained using the UPOV characterization guide,
while quantitative character data were analyzed by Tukey's Honest Significant Difference Test with a
level of 5% and segregation by the Chi Square Test. The
research began with an initial selection of 73 transformant plant seeds
obtained from second-generation transformant plants in 50 ppm kanamycin
antibiotic media and produced 28 putative plant seeds. Then PCR analysis was
carried out to confirm the presence of the nptII gene, which has a size of 500
bp. The results showed that 9 plants showed a positive nptII gene with a
stability percentage of 32.14%. The nptII gene is derived by following a 1:1
segregation pattern. Plant transformant gene nptII shows marked differences in
several morphological characters that differ markedly from their wild type,
such as plant height, number of leaves, lower leaf length, middle leaf width,
petiole, leaf terminal length, stalk length, flower diameter, band length, and
band width.
Kata Kunci : kosmos kuning, kestabilan genetik, gen nptII, segregasi/ yellow cosmos, genetic stability, nptII gene, segregation.