Laporkan Masalah

Observasi Tipe Pemanfaatan Lahan Berbasis Hijauan Makanan Ternak yang berkembang di Hutan Pendidikan Wanagama I

Retno Dina Suryani, Dr. lr. H. Moch Sambas Sabarnurdin M. Sc.

2009 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Tipe pemanfaatan lahan yang berkembang di Hutan Wanagama I mayoritas adalah pemanfaatan lahan dengan pola agrofort:stri. Sistem agroforestri yang berkembang di Hutan Wanagama I, dapat diartikan sebagai sistem penerapan agrosilvopasture. Observasi tipe pemanfaatan lahan digunakan untuk mengetahui pola pertanaman hijauan makanan ternak (HMT) yang digunakan oleh masyaraka.t di Hutan Wanagama I Gunungkidul. Pola pertanaman HMT yang tepat diharapkan mampu mengurangi kerugian akibat kerusakan tanaman kehutanan dan kebutuhan HMT oleh masyarakat sekitar dapat terpcnuhi tcrutama pada musim kemarau. Penelitian ini dilakukan di Hutan Wanagama I Kab. Gunungkidul Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana pada Hutan Wanagama I yang telah disurvei. Pengambilan data meliputi tipe penggunaan, lay-out pertanaman dan jenis penyusun. Variabel yang diukur adalah luas Iahan pola, jumlah pohon, diameter sctinggi dada, tinggi tanaman dan lebar tajuk, serta diamati pula jenis rumput penyusun yang ada. Sedangkan untuk mengetahui struktur dan komponen penyusun yang ada dilakukan analisis dengan Nilai lndeks Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan tipe pemanfaatan lahan dalam pemenuhan HMT di Hutan Wanagama I adalah pola-pola pohon pembatas, lorong, acak, dan tumpangsari. Pola Pohon Pembatas INP tertinggi pada jenis jati (205,67%) dan akasia mangium (69,75%). Pola Lorong mempunyai INP tertinggi pada jenis jati (300%). Pola Acak INP tertinggi pada jenis akasia mangium (208,25%), akasia (116,67%), kayu putih ,116,66%) dan jati (91,75%). Pola Tumpangsari Eucalyptus deglupta (116,67%), kayu putih (116,66%), Eucalyptus alba (66.67%).

Majority of type of land utilization develops at Wanagama I Forest is land utilization with agroforestry pattern. Agroforestry system develops in Wanagama I Forest, can be interpreted as application system of agrosylvopasture. Observation of type of land utilization is used at identifying when the herbage (HMT) is used by people at Wanagama I Forest Gunungkidui. The accurate cultivated area of HMT is expected for enable to decrease the loss caused by forestry plant damage and HMT needed by people around can be fulfilled especially in dry season. This research is carried ont at Wanagama I Forest, Gunungkidul Regency, Yogyakarta. Random simple sampling is carried out at Wanagama I forestry which has been surveyed before. Data collection includes utilization type, curved area lay-out and component type. Variables measured are pattern land area, amount of tree, breast height diameter, plant height and canopy wide, as well as also observed the grass types of existing components. Whereas to identify the existing structure and component, the analysis is carried out using Basal Index Value (NIP). Result shows that type of land utilization to fulfill the HMT at Wanagama I Forest is trees along border, alley cropping, random, and "tumpangsari" patterns. Tress along border has highesl INP at Tectona grandis (205.67%) and acacia mangium (69.75%). Alley cropping has highest INP at Tectona grandis (300%). Random has highest INP at Acacia mangium (208.25%), Acacia (116.67%), Melaleuca leucadendro11 (l 16.66%) and Tectona grandis (91.75%). "Tumpangsari" at Euca(yptus deglupta (116.67%), Melaleuca leucadendron (116.66%), Eucalyptus alba (66.67%).

Kata Kunci : pemanfaatan lahan, hijauan makanan ternak, wanagama I

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf