Laporkan Masalah

The Analysis of Green Open Space Policy: The Case of Public Parks in South Jakarta

Rafa Nismara Dahayu, Dr. Erda Rindrasih, S.Si., M.U.R.P

2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan perkotaan sejalan dengan tren urbanisasi saat ini, dimana perpindahan penduduk yang lebih dekat ke kota dari kawasan pedesaan sudah menjadi fenomena umum. Transisi dinamis ini semakin menegaskan bahwa tujuan yang ambisius saja tidak cukup, dan tindakan yang diperlukan perlu dilakukan secara serius. Meskipun gelar ibu kota tidak lagi dikaitkan dengan Jakarta, menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan pusat internasional menjadikan kota ini perlu melakukan transisi ke arah yang lebih berkelanjutan. Letaknya yang jauh dari pedesaan menyisakan sedikit ruang bagi kota-kota padat untuk menikmati alam di perkotaan, di sinilah hadirnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ruang terbuka hijau mengacu pada kawasan vegetasi di lingkungan perkotaan, yang memiliki beragam fungsi yang bermanfaat bagi lingkungan, aspek sosial, dan ekonomi, yang diperlukan untuk hidup berdampingan di wilayah perkotaan. Namun, proporsi dan kondisi RTH saat ini tidak mencerminkan sasaran dan proyeksi masa depan, sehingga menimbulkan tantangan terhadap implementasi kebijakan seputar keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan tiga metode pengumpulan data; wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, kuesioner survei berbasis pengguna, dan studi pustaka terhadap data sekunder dan interpretasi sistem informasi geografis untuk mengidentifikasi kebijakan yang mencerminkan penyediaan ruang terbuka hijau di Indonesia, khususnya Daerah Khusus Jakarta; menganalisis tantangan yang dihadapi berbagai pemangku kepentingan dalam penerapan kebijakan ruang terbuka hijau; dan menilai kondisi taman umum di Jakarta Selatan saat ini untuk mendapatkan interpretasi umum mengenai prinsip-prinsip keberlanjutan kota. Dari temuan tersebut, dapat diindikasikan bahwa kebijakan ruang terbuka hijau di Jakarta dan penyediaan taman di Jakarta Selatan saat ini belum memenuhi cita-cita yang diamanatkan undang-undang; Ketidakmampuan ini juga menyoroti tantangan pengelolaan sistem dan devaluasi keberadaannya akibat menurunnya prioritas arahan pemerintah. Terlepas dari hal tersebut, studi ini menggarisbawahi kemajuan dan upaya perbaikan penyediaan ruang terbuka hijau, meski bersifat bertahap.


Unprecedented development in urban areas are in line with the current trends of urbanization, where the trajectory of people moving closer to the cities from rural areas has become a common phenomenon. These dynamic transitions have further highlighted that a mere ambitious goal was not enough, and that necessary action needs to be taken seriously. Even though the title of capital city is no longer attributed with Jakarta, being the centre of government, trade, and international hubs have made it more necessary than ever for this city to transition to a more sustainable outlook. Located farther away from rural areas leaves very little room for dense cities to have nature within urban areas, this is where Green Open Space (GOS) comes along. Green open space refers to the areas of vegetation within urban environments, possessing a variety of functions beneficial for the environment, social, and economic aspects, necessary to coexist within urban realms. However, current proportions and conditions of GOS do not reflect the targeted goals and projections for the future, posing challenges towards the implementations of policies surrounding sustainability. This study utilised a qualitative approach by using three methods of data collection; in-depth interview with stakeholders, user-based survey questionnaire, and desk study of secondary data and interpretation of geographic information system to further to identify the policies reflecting the provision of green open spaces in Indonesia, especially Daerah Khusus Jakarta; analyze the challenges faced by various stakeholders in the implementation of green open space policies; and assess the current conditions of public parks in South Jakarta to draw a general interpretation of urban sustainability principles. From the findings, it can be indicated that the current policies surrounding green open space in Jakarta and the provisions of parks in South Jakarta have yet to fulfil the ideals set by the mandated laws; this inability also highlights the challenges of the system management and devaluation of its existence due to the decreasing prioritization of government directives. Regardless of that, this study underscores the progressions and attempts of improving the provisions of  green open spaces, despite being incremental.

Kata Kunci : Green Open Space, Policy, Public Parks, Jakarta, South Jakarta

  1. S1-2024-454656-abstract.pdf  
  2. S1-2024-454656-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-454656-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-454656-title.pdf