Isolasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Rimpang Laos Putih dan Laos Merah
Sismaryati, Dra Koesmardiyah, SU. Apt.; dr. Moh. Amin Romas
1991 | Skripsi | S1 FARMASITelah dilakukan penelitian terhadap hasil isolasi minyak atsiri rimpang laos putih dan merah, yang diperoleh dengan penyulingan air dan uap. Penelitian yang dilakukan meliputi pemeriksaan komponen kimia, terutama se nyawa fenol, dan pemeriksaan aktivitas antibakteri terha dap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara in vitro. Dari hasil destilasi diperoleh rendemen minyak laos putih 0,354% dan minyak atsiri laos merah 0,337%. Pemeriksaan komponen kimia minyak atsiri dilakukan dengan kro matografi lepis tipis. Sebagai fase diam digunakan silike gel GP 254 dan fase gerak heksan etil asetat (9:1). Pemerikseen kimiawi dengan penempak bercak larutan aniealdehid-asam sulfat, vanilin-asam sulfat dan FeCl3. Deteksi dengan sniealdehid-esam sulfet dan vanilin asam sulfet terjadi warns ungu, nersh ungu dan merah jambu menunjukkan adanya senyawa terpen, sedengken deteksi dengan FeCl terjadi warna biru ungu, menunjukkan adanya senyaws fenol falan minyak laos. Adenys senyawa fenol ini kemudian ditetapkan bilangan fenolnya. Bilangan fenol hesil penetapan adalah 5.75% untuk minyak leos putih dan 5.33 untuk ingal Isos merah. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa minyak atsiri laos putih mempunyai aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Stenblococcus aureus dan Escherichia coli sampai kadar minyak terkecil 20%, tetapi diameter zone hambatan minyak laos putih lebih besar dari diameter zone hembeten minyak laos merah dan secara statistik perbe daan tersebut bermakna. Minyak laos merah dapat menghampertumbuhan Stabbylococcus aureus sampai kadar terkecil 20%, tetapi tidak menghambat pertumbuhan Escherichia coli.
Kata Kunci : Antibakteri, Laos merah, Laos putih, Minyak atsiri