Laporkan Masalah

Strategi Pengembangan Industri Rumput Laut Merah (Rhodophyta) di Kawasan Minapolitan Klaster Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana

Rahmat Tata Pratama, Dr. Ir. Didik Purwadi, M.EC. ; Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, S.T.P., M.Eng.

2024 | Tesis | S2 Teknologi Industri Pertanian

Rumput laut merah merupakan sumber daya hayati yang sangat potensial sebagai sumber pertumbuhan ekonomi oleh karena itu potensi ini harus dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Pengembangan industri rumput laut merah di kawasan minapolitan dapat menjadi strategi yang tepat untuk mempercepat target pertumbuhan ekonomi secara konsisten dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir maupun pembudidaya. Namun agar strategi pengembangan ini dapat berjalan dengan baik diperlukan pengkajian menyeluruh terhadap kondisi semua aspek yang ada pada sistem agribisnis rumput laut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) mengetahui kondisi industri rumput laut merah di kawasan minapolitan klaster Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana; (2) merumuskan strategi dan prioritas strategi pengembangan industri rumput laut merah di kawasan minapolitan klaster Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara serta malalui kuisioner penelitian pada stakeholder yang berkaitan dengan pengembangan industri rumput laut. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif, analisis finansial, analisis SWOT dan analisis QSPM.

Berdasarkan hasil penelitian kondisi industri rumput laut merah di klaster Kecamatan Poleang Kab.Bombana masih menghadapi kendala baik diari sisi internal maupun eksternal. Kendala internal yang terjadi yaitu produksi rumput laut belum memenuhi standar, volume produksi tidak stabil, pabrik rumput laut tidak berjalan full capacity, tingkat pendidikan pembudidaya masih rendah, kurangnya akses pasar dan sumber daya modal, serta peran dan fungsi kelembagaan yang masih belum optimal. Sedangkan kendala eksternal yaitu adanya perubahan iklim dan cuaca, hama dan penyakit, serta fluktuasi harga rumput laut yang sangat tinggi. Namun meski begitu, industri rumput laut merah di klaster Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana juga memiliki peluang pengembangan yang besar seperti areal budidaya yang luas, tenaga kerja yang tersedia, pengalaman pembudidaya yang mempuni, pemasaran rumput kering yang mudah, adanya teknologi kultur jaringan dan industri pengolahan, usaha budidaya yang menguntungkan, serta potensi pasar rumput laut dan olahannya yang besar. Alternatif strategi yang dapat diiplementasikan secara berurutan berdasarkan priotitasnya adalah (1) meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi rumput laut, (2) meningkatkan penggunaan bibit berkualitas, (3) mengoptimalkan produksi rumput laut melalui optimalisasi sumberdaya, (4) memanfaatkan dan meningkatkan kapasitas SDM, (5) membangun dan menguatkan pola kemitraan dan pemasaran rumput laut, dan (6) meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan.


Red seaweed is a biological resource that has great potential as a source of economic growth, therefore this potential must be managed and utilized optimally. The development of the red seaweed industry in the minapolitan area can be the right strategy to accelerate economic growth targets consistently and sustainably to improve the welfare of coastal communities and cultivators. However, in order for this development strategy to run well, a thorough assessment of the condition of all aspects of the seaweed agribusiness system is needed. The objectives of this study were (1) to determine the condition of the red seaweed industry in the Poleang Sub-district cluster minapolitan area of Bombana Regency; (2) to formulate strategies and priorities for the development of the red seaweed industry in the Poleang Sub-district cluster minapolitan area of Bombana Regency. Data collection in this study was conducted through field observations and interviews as well as through research questionnaires to stakeholders related to the development of the seaweed industry. The analysis used in this research is descriptive analysis, financial analysis, SWOT analysis and QSPM analysis. 

Based on the results of the research, the red seaweed industry in the Poleang Sub-district cluster, Bombana Regency, is still facing obstacles both internally and externally. Internal constraints that occur are seaweed production that does not meet standards, unstable production volumes, seaweed factories not running at full capacity, low education levels of cultivators, lack of market access and capital resources, and the role and function of institutions that are still not optimal. External constraints include climate and weather changes, pests and diseases, and high fluctuations in seaweed prices. Even so, the red seaweed industry in the Poleang Sub-district cluster of Kabupaten Bombana also has great development opportunities such as large cultivation areas, available labor, the experience of qualified cultivators, easy marketing of dried grass, the existence of tissue culture technology and processing industries, profitable cultivation businesses, and large market potential for seaweed and its preparations. Alternative strategies that can be implemented in order of priority are (1) increasing productivity and quality of seaweed production, (2) increasing the use of quality seeds, (3) optimizing seaweed production through resource optimization, (4) utilizing and increasing the capacity of human resources, (5) building and strengthening partnerships and marketing patterns of seaweed, and (6) increasing the role and function of institutions.

Kata Kunci : Industri Rumput Laut Merah, Kawasan Minapolitan, SWOT, QSPM

  1. S2-2024-490595-abstract.pdf  
  2. S2-2024-490595-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-490595-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-490595-title.pdf