Latar belakang: Munculnya permasalahan kesehatan jiwa atau gangguan jiwa pada remaja antara lain ditentukan oleh cara atau strategi yang digunakan remaja dalam mengatasi permasalahan yang dialami yang disebut mekanisme koping. Mekanisme koping dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah sosiokultural. Penggunaan mekanisme koping yang sesuai dengan budaya individu akan lebih mudah diterima dan diaplikasikan serta diharapkan akan mampu menghasilkan outcome yang lebih baik bagi kesehatan jiwa individu. Falsafah hidup Jawa Narima ing Pandum merupakan produk kearifan lokal budaya Jawa yang berupa nasehat dalam menjalani kehidupan yang diimplementasikan dalam sikap hidup sehari-hari dan telah dikenal luas oleh masyarakat Jawa sampai sekarang.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Peran Narima Ing Pandum Sebagai Mekanisme Koping Remaja dalam Mengurangi Kekecewaan Akibat Permasalahan Hidup yang Dialami.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian yang disebut informan adalah remaja siswa peserta didik SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan Tamansiswa yang berlatar belakang budaya Jawa. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data diambil dengan wawancara mendalam (In-Depth Interview) dengan merujuk pada teori saturasi. Validitas dan reliabilitas penelitian dilakukan dengan uji kredibilitas (triangulasi), uji transferabilitas (verbatim), uji dependabilitas oleh reviewer ekstrenal dan uji konformabilitas oleh pembimbing penelitian.
Hasil: Informan yang didapatkan sebanyak 6 orang. Semua informan berjenis kelamin laki- laki, beragama Islam dengan rentang usia 15-18 tahun. Permasalahan yang dialami informan bervariasi, meliputi permasalahan ekonomi, permasalahan keluarga, kehilangan orang yang dicintai dan bullying. Dari keenam informan, semuanya menerapkan nilai sosiokultural Narima Ing Pandum. Informan mendapatkan penanaman nilai sosiokultural tersebut terutama berasal dari lingkungan keluarga yaitu orang tua, dari lingkungan pertemanan dan dari sekolah. Didapatkan 3 tema yang menunjukkan Peran Narima Ing Pandum Sebagai Mekanisme Koping Remaja dalam Mengurangi Kekecewaan Akibat Permasalahan Hidup yang Dialami yaitu 1) bersikap sabar dalam menghadapi permasalahan yang dialami, 2) tetap bersyukur dalam kondisi apapun dan 3) menerima dengan ikhlas setiap permasalahan yang dialami.
Simpulan: Didapatkan 3 tema yang menunjukkan Peran Narima Ing Pandum Sebagai Mekanisme Koping pada Remaja dalam Mengurangi Kekecewaan Akibat Permasalahan Hidup yang Dialami yaitu 1) bersikap sabar dalam menghadapi permasalahan yang dialami, 2) tetap bersyukur dalam kondisi apapun dan 3) menerima dengan ikhlas setiap permasalahan yang dialami.
Background: The emergence of mental health problems or mental disorders in adolescents is determined, among other things, by the methods or strategies used by adolescents to overcome the problems they experience, which are called coping mechanisms. Coping mechanisms are influenced by various factors, one of which is sociocultural. The use of coping mechanisms that are appropriate to the individual's culture will be easier to accept and apply and is expected to produce better outcomes for the individual's mental health. The Javanese philosophy of life Narima ing Pandum is a product of local Javanese cultural wisdom in the form of advice on living life which is implemented in daily living attitudes and has been widely known by the Javanese people to this day.
Research objectives: This research aims to explore the role of Narima Ing Pandum as a coping mechanism for adolescents in reducing disappointment due to life problems experienced.
Method: This research is qualitative research with a phenomenological approach. The research subjects called informants were teenage students at Taman Madya Ibu Pawiyatan Tamansiswa High School who had a Javanese cultural background. Informants were selected using purposive sampling technique. Data was collected using in-depth interviews (In-Depth Interview) referring to saturation theory. The validity and reliability of the research were carried out using a credibility test (triangulation), transferability test (verbatim), dependability test by an external reviewer and conformability test by the research supervisor.
Results: The informants obtained were 6 people. All informants are male, Muslim with an age range of 15-18 years. The problems experienced by informants varied, including economic problems, family problems, loss of loved ones and bullying. Of the six informants, all of them apply the sociocultural values of Narima Ing Pandum. Informants received the instillation of sociocultural values mainly from the family environment, namely parents, from friends and from school. There were 3 themes that showed the role of Narima Ing Pandum as a coping mechanism for teenagers in reducing disappointment due to life problems experienced, namely 1) being patient in facing the problems they experienced, 2) remaining grateful in any condition and 3) accepting sincerely every problem they experienced.
Simpulan: Didapatkan 3 tema yang menunjukkan Peran Narima Ing Pandum Sebagai Mekanisme Koping pada Remaja dalam Mengurangi Kekecewaan Akibat Permasalahan Hidup yang Dialami yaitu 1) bersikap sabar dalam menghadapi permasalahan yang dialami, 2) tetap bersyukur dalam kondisi apapun dan 3) menerima dengan ikhlas setiap permasalahan yang dialami.
Kata Kunci : narima ing pandum, mekanisme koping, mengurangi kekecewaan, permasalahan