Ikatan Kekerabatan Penggarap PAG Di Dusun Macanan Sebagai Nilai Transedental Permukiman Prostitusi Glagah
Marisca Jessica Yastri, Prof. Ir. Sudaryono Sastrosasmito, M.Eng., Ph.D. IPU
2024 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Adanya pembangunan Bandara YIA, konflik pertambangan pasir besi dan penegasan UU Keistimewaan menjadi momentum berubahnya paradigma penguasaan ruang PAG kearah perebutan ruang. Pembangunan selatan Kulon Progo kearah eksklusifitas ruang nyatanya menimbulkan kontradiksi bagi masyarakat salah satunya di Dusun Macanan, Kalurahan Glagah, Kabupaten Kulon Progo. Intervensi bandara dan momentum perubahan ruang yang mengarah kepada komodifikasi mengubah rasionalitas penduduk Dusun Macanan yang dulunya memiliki karakter masyarakat agraris. Secara simultan, masyarakat disana mencaplok kembali lahan PAG yang diperuntukkan sebagai area Bandara YIA. Pada masa kini masyarakat selatan Dusun Macanan menghadapi berbagai tantangan yang nyata, di satu sisi mereka bertransformasi menjadi penyedia jasa penginapan melati, kemudian mereka harus menghadapi ancaman eksternal seperti jaminan keselamatan dan keamanan bermukim.
Singkatnya, maka penelitian ini kemudian berfokus pada satu pertanyaan fundamental yaitu apa makna ruang kluster permukiman penginapan Dusun Macanan, Kalurahan Glagah pada masa saat ini, yang memiliki latar belakang budaya serta sosial yang kuat sebagai penggarap lahan PAG. Metode penelitian yang digunakan adalah induktif kualitatif-fenomenologi. Peneliti menerapkan model analisis tiga tahap yaitu kategorisasi, reduksi transendental, dan abstraksi.
Penelitian ini berhasil menemukan konsep transendental bahwa permukiman penginapan di Dusun Macanan “mengada” karena adanya ikatan dari tiga kekuatan dasar yaitu terbukanya penguasaan PAG secara inklusif, aktivitas organik sebagai ruang pertahanan hidup, dan ikatan kekerabatan pesisir Kulon Progo atas dasar nilai kepercayaan. Nilai kekerabatan merupakan inti dari pengkristalan teori lokal pesisir Selatan Kulon Progo yang menciptakan keterikatan antar penguasaan ruang yang dinamis. Penguasaan kembali ruang selatan Bandara YIA secara simultan oleh kelompok masyarakat ex-penggarap PAG merupakan representasi dari kesadaran penguasaan tanah non-formal yang bertujuan untuk memenuhi ruang hidup. Eksistensi nilai kekerabatan membuktikan dirinya sebagai sebuah jembatan kokoh yang mampu menjaga konsepsi penguasaan ruang secara inklusif yang tidak terbatas pada satu ruang dan waktu tertentu. Momentum pembangunan Bandara YIA tidak hanya berlaku pada momentum perubahan fisik ruang tetapi pada reorientasi interaksi sosial budaya baru. Kelompok masyarakat petani lahan pesisir yang dikenal dengan solidaritas mekanisnya seakan melangkah jauh dari identitas mereka sebelumnya. Namun, adanya kekuatan kepercayaan dan kekerabatan secara implisit berada dalam alam pikiran pelaku ruang Glagah atas dasar norma yang diinternalisasi.
The intervention of YIA Airport, the conflict over iron-sand mining and the affirmation of the Keistimewaan Law have become momentum for the change in paradigm of PAG control towards deprivation of space. In facts, the development of Southern Kulon Progo creates the spatial exclusivity then lead into contradictions for local community in Macanan Hamlet, Glagah, Kulon Progo Regency. Momentum of YIA and spatial changes lead to commodification which brought transformation of agrarian society. Simultaneously, the community there re-annexed the PAG land designated as the YIA Airport area. At present, the southern community of Macanan Hamlet faces a variety of real challenges, on the one hand they are transformed into motel service providers, then they must face external threats such as safety and security guarantees.
In a nutshell, this research then focuses on one fundamental question, to find the meaning of the space of the lodging settlement cluster of Macanan Hamlet at the present time, which has a strong cultural and social background as a PAG land cultivator. The research method used is inductive qualitative-phenomenology. The researcher applied a three-stage analysis model, namely categorization, transcendental reduction, and abstraction.
This research discovered concept that the motel settlement in Macanan Hamlet "exists" because of the bond of three basic forces, namely the inclusive opening of PAG control, organic activities as a defensible life space, and Kulon Progo coastal kinship ties based on trust values. The value of kinship is the core of the crystallization of the local theory of the South coast of Kulon Progo which creates an entanglement between dynamic spatial control. The simultaneous reoccupation of the space south of YIA Airport by the PAG ex-cultivators is a representation of the awareness of non-formal land tenure that aims to fulfill living space. The existence of kinship values proves itself as a strong bridge that is able to maintain an inclusive conception of spatial control that is not limited to one particular space and time. The coastal land farming community, known for its mechanical solidarity, seems to have stepped away from their previous identity. However, the power of trust and kinship is implicit in the minds of Glagah space actors on the basis of internalized norms.
Kata Kunci : Bond of kinships, inclusive settlement, Sultanat Ground