Jenis histopatologi dan stadium sebagai faktor prognosis kemampuan hidup penderita karsinoma nasofarings
YUCOLA, Lola, dr. Bambang Hariwiyanto, Sp.THT
2004 | Tesis | PPDSI Ilmu Penyakit Telinga Hidung dan TenggorokSegala jenis keganasan dapat terjadi di nasofarings, tetapi karsinoma nasofarings (KNF) adalah penyakit keganasan epitel yang sering ditemukan di bagian onkologi Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher (THTKL) RS Dr Sardjito, Yogyakarta. Kesulitan dalam pemeriksaan daerah nasofarings, dapat menyebabkan dokter salah diagnosis. Keadaan tersebut mungkin menyebabkan pasien datang sudah dalam stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis histopatologi WHO tipe III dan stadium awal (stadium I dan II) sebagai faktor prognosis kemampuan hidup penderita karsinoma nasofarings. Penelitian kali ini merupakan uji prognostik dengan rancangan penelitian cross sectional (potong lintang). Jumlan sampel penelitian adalah 98 pasien. Data dikumpulkan dari catatan medis penderita karsinoma nasofarings yang berobat ke bagian THT RS Dr Sardjito sejak 1 Januari 2000. Analisis statistiknya memakai uji X2, Mantel-Haenzel, sebagai tambahan untuk analisis kemampuan hidup penderita digunakan uji Kaplan-Meier dan uji Log-rank, dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi program pendidikan MS-PPDS, dapat memberikan harapan kepada penderita untuk hidup lebih panjang dan lebih baik, serta bagi pengembangan penelitian selanjutnya.
Many types of malignancies may occur in the nasopharynx however Nasopharyngeal carcinoma is the most common epithelial malinancy diagnosed in oncology subdivision of ENT Departement, Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta. Having diffiulties in examining the nasopharynx area, doctors ussualy misdiagnose this disease. This condition may make the patients come for the next visit in the late stage. This study was designed to determine the WHO type 3 histopathology, and early stages (stage I and stage II) as prognostic factors of Nasopharyngeal carcinoma patients. This rescent study was a prognostic cross-sectional study. The study sample consisted of 98 patients. The data were collected from medical records of the patients visiting the ENT Departement, Sardjito General Hospital, Yogyakarta, from January 1st 2000. The Chi-square test and X2 Mantel-Haenzel test were undertaken. In addition, Kaplan-Meier test, Log-rank test were performed to analyze the patients’ survival. Significance was determined in the value of 0.05. The result of this study is expected give advantages to MS-PPDS program, give input in predicting the prognosis as well as provide basic principles for further studies.
Kata Kunci : Karsinoma Nasofarings,Kemampuan Hidup,Histopatologi WHO, Nasopharyngeal carcinoma, Hystopathology, Staging, Prognosis