Laporkan Masalah

Model Intensitas Komunikasi Seksual Orang tua - Remaja

Siti Maimunah, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si

2024 | Disertasi | S3 Psikologi

Orang tua memainkan peran kunci dalam mempromosikan perkembangan seksual yang sehat untuk remaja dengan cara memprakarsai dalam melakukan komunikasi seksual. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji model intensitas komunikasi seksual orang tua - remaja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu sikap terhadap komunikasi seksual, keyakinan normatif, efikasi diri, religiusitas, kendala lingkungan, dan keterampilan komunikasi berpengaruh secara langsung dan tidak langsung atau melalui niat terhadap intensitas komunikasi seksual orang tua - remaja. Partisipan dalam penelitian ini yaitu orang tua yang berusia 41 - 50 tahun dan memiliki anak remaja usia 14 - 17 tahun. Total partisipan 818 orang yang terbagi menjadi 250 partisipan untuk analisis EFA, 250 partisipan untuk analisis CFA, dan 318 partisipan untuk analisis SEM. Insrumen penelitian yang digunakan terdiri dari delapan skala yaitu Skala Intensitas Komunikasi Seksual Orang Tua - Remaja (KSOR), Skala Sikap terhadap Komunikasi Seksual (SSKS, Skala Keyakinan Normatif (SKN), Skala Efikasi Diri (SE), Skala Religiusitas (SR), Skala Niat melakukan Komunikasi Seksual (SNKS), Skala Kendala Lingkungan (SKL), dan Skala Keterampilan Komunikas (SKK) yang dibuat oleh peneliti. Data analisis menggunakan Structural Equation Modeling dengan program Mplus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model teoritik yang diajukan dalam penelitian ini diterima dan didukung data empirik dengan nilai Chi Square = 3184,759 p < 0 xss=removed xss=removed>> 0,90); TLI = 0,914 (> 0,90); SRMR = 0,082 (0-1). Hasil penelitian diperoleh bahwa niat melakukan komunikasi seksual dan keterampilan komunikasi bereperan langsung dalam meningkatkan intensitas komunikasi seksual orang tua - remaja. Adapu religiusitas berperan langsung dalam menurunkan intensitas komunikasi seksual orang tua - remaja. Selanjutnya keyakinan normatif, keterampilan komunikasi, dan kendala lingkungan berperan terhadap intensitas komunikasi seksual orang tua - remaja melalui niat melakukan komunikasi seksual. Temuan penting lainnya dalam penelitian ini yaitu dengan model yang sama namun faktor yang berperan dalam intensitas komunikasi seksual antara ayah dan ibu berbeda. Faktor yang berperan melalui mediasi niat pada intensitas komunikasi seksual ayah - remaja yaitu efikasi diri, keterampilan komunikasi, dan kendala lingkungan, sedangkan pada ibu - remaja yaitu keterampilan komunikasi dan kendala lingkungan. Hasil ini mendukung kegunaan model intensotas komunikasi seksual orang tua - remaja dalam mengidentifikasi variabel-variabel penting yang memengaruhi intensitas komunikasi seksual orang tua - remaja.

Parents play an important role in supporting healthy sexual development in adolescents by initiating sexual communication. This study aimed to examine a theoritical model of parent-adolescent sexual communication. This study's premise that attitudes toward sexual communication, normative beliefs, self efficacy, religosity, environmental restrictions, and communication skills all influence parent-adolescent sexual communication, either directly or indirectly. Participants in this study were parents aged 41 - 50 who had adolescent children aged 14 to 17. The study was conducted on parents aged 41 - 50 who had adolescent children aged 14 - 17. The total number of participants in this study was 818, divided into 250 participants for EFA analysis, 250 participants for CFA analysis, and 318 participants for SEM analysis. The research instrument used in the study was 8 scales, which included the Parent-Adolescent Sexual Communication Scale (KSOR), Attitude toward Sexual Communication Scale (SSKS), Normative Belief Scale (SKN), Self Efficacy Scale (SE), Religiosity Scale (SR), Intention to Engage in Sexual Communication Scale (SNKS), Environmental Constraints Scale (SKL), and Communication Skills Scale (SKK). All these scales were created by the researcher. The research results show that the theoritical model proposed in this research is accepted and supported by empirical data with a Chi Square value = 3184.759 p < 0 xss=removed xss=removed>> 0.90) TLI = 0.914 (> 0.90), and SRMR = 0.082 (0-1). The results of this research revealed that intention to engage in sexual communication and communication skills had a direct impact on the parent-adolescent sexual communication. Religiosity had a direct impact on decreasing the parent-adolescent sexual communication. Furthermore, the parent-adolescent sexual communication is influenced by normative beliefs, communication skills, and environmental constraints through intentions to engage in sexual communication. Another significant finding in this study is while the model is the same, the factors influencing sexual communication between fathers and mothers are different. Self efficacy, communication skills, and environmental consraints are factors that influence the father - adolescent sexual communication through the intention to engage sexual communication mediation, whreas communication skills and environmental constraints are important for mother - adolescents. These finding suppots the ability of the model to identify important variables that influencing parent - adolescent sexual communication.

Kata Kunci : komunikasi keluarga, komunikasi seksual, komunikasi seksual orang tua - remaja, model komunikasi seksual

  1. S3-2024-435432-abstract.pdf  
  2. S3-2024-435432-bibliography.pdf  
  3. S3-2024-435432-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2024-435432-title.pdf