ANALISIS GENDER PADA MASYARAKAT DESA HUTAN DI KORIDOR TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI DENGAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU
ERISTA MURPRATIWI , Wahyu Tri Widayanti, S. Hut., MP.
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANSelo merupakan kawasan yang terletak di antara dua pembangunan taman nasional dan ekosistem yang menjadikan kawasan ini unik. Topografi yang bergunung dan identitas sebagaj kawasan penyangga menjadikan kawasan ini perlu dimasukkan dalam setiap kegiatan pembangunan dan program-program kedua taman nasional. Salah satu aspek pembangunan yang tidak boleh dilepaskan dan sesuai dengan MDG's adalah aspek kesetaraan gender. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian mendalam mengenai gender di kawasan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi differensiasi gender dalam aktivitas produktif, reproduktif, akses, dan kontrol pada masyarakat; untuk menggambarkan pola pengambihJO keputusan dalam keluarga dan kelompok yang berkaitan dengan pemanfaatan dan pengelolaaan Sumberdaya hutan dan lahan oleh masyarakat, untuk merumuskan faktor-faktor yang mempengaruhi profilprofil ak:tivitas masyarakat di kawasan antara TNG Merapi - Merbabu, dan untuk menggambarkan respon dan dampak pembangumm hutan di TNG Merapi dan Merbabu terhadap kehidupan masyarakat. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fenomenologi. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diambil langsung dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan key iriforman. Data sekunder digunakan sebagai data penunjang analisis. Analisis data primer menggunakan Gender Framework Analysis (GFA) yang menggambarkan profil aktivitas, akses, dan kontrol. Selanjutnya tahap akhir dari analisis ini adalah penulisan ilmiah kualitatif. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh pembagian kerja dilakukan secara fleksibel dan tidak kaku. Perempuan dan laki - laki bekerja sebagai mitra kerja, namun aktivitas reproduksi didominasi oleh perempuan dan aktivitas politik ????masyarakatan didominasi oleh laki - laki. Pola pengambilan keputusan dalam ????luarga dilakukan dengan musyawarah, sedangkan dalam komunitas masih didominasi oleh laki-laki, namun perempuan sudah mulai dilibatkan. Kedua gender memiliki akses terhadap sumberdaya dan manfaat dengan kontrol dikuasai oleh laki - laki, namun perempuan tidak memiliki akses terhadap penyuluhan. Fak:tor - faktor y,,ang mempengaruhi profil - profil tersebut antara lain, sistem nilai dan norma masy,ar????t, kondisi ekonomi, dan pendidikan. Perubahan status tidak berdampak secara nyata bagi masyarakat, baik dari segi perekonomian maupun aksesibilitas masyarakat terhadap hutan.
Selo was a region between mount Merapi and Merbabu National Parks. It makes Selo has a unique ecosystem. Therefore, Selo was getting an impact of two development regulation. Its unique ecosystem and corridor identity makes its region need to be involved in every development activity and programs of both National Parks. One of the aspects is gender equity; therefore it needs to be analyzed of the gender in this region. This research were aims to identify gender differentiation of community in activity, access, and control; to describe decision making pattern in community that related with nature and land resources utilization and management; to formulated community influencing factors of activity profiles in this area; and to describe forest regulation response and impact to community life. Used base method due to this research is phenomenology. Used data were primary data and secondary data. Primary data was taken directly by participative observation and in-depth interview to key informant. Secon·dary data were supporting analysis of the research. Analysis of primary data were using Gender Framework Analysis (GFA) which describing profile of activity, access, and control. In the end of analysis was qualitative scientific writing. Based on the analysis result was obtained that role division were flexible. Women and men work as a partner, but reproduction activities were dominated by women and community politics activity dominated by men. Decisions making pattern in family were did by deliberation, while in community was dominated by men. Both genders have access to nature resources and its utilization, but controls were forced by men. Influencing factors of these profiles are community norm system, economics condition, and education. Status change was not affecting community in economy and accessibility. Community was not afraid of the status change, because of national park socialization.
Kata Kunci : Analisis Gender, Pembagian peran