Laporkan Masalah

RANCANGAN PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN TINGKAT POLUSI DI KOTA YOGYAKARTA

RAHMI FATIMAH, Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc.

2008 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Peningkatan jumlah penduduk Kota Y ogyakarta ada kaitannya dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Kota Yogyakarta. Dampak yang ditimbulkan dengan banyaknya kendaraan bermotor antara lain dapat menurunkan tingkat kualiatas udara. Kualitas udara ambien dapat diukur berdasarkan parameter fisik yaitu suhu, kelembaban, curah hujan, kebisingan, arah dan kecepatan angin dan kepadatan lalu lintas. Sedangkan untuk parameter kimia antara lain berdasarkan kandungan Sulfur dioksida (S02), Nitrogen dioksida (N02), Ozon (03), Timah hitam (Pb), Karbon monoksida (CO) dan Debu (TSP). Dalam penelitian ini pengukuran kualitas udara ambien dilakukan di 11 titik pengukuran yang tersebar dan merupakan titik dengan volume kendaraan yang padat. Di Kota Y ogyakarta hasil analisis menunjukkan bahwa belum adanya polutan yang sudah melampaui batas baku yang ditetapkan oleh Gubemur. Selanjutnya basil uji lapangan dibuat peta persebaran masing-masing polutan dengan bantuan perangkat lunak Arc. View 3. 3. Masing-masing peta dari polutan tersebut dioverlay sehingga diketahui wilayah dengan tingkat persebaran polutan tinggi, sedang dan rendah. Wilayah ini akan dijadikan zona prioritas pengembangan hutan kota berdasarkan tingkat polusi. Hasil penelitian ini pengembangan Ruang Terbuka Hijau lebih diarahkan dalam bentuk jalur hijau di sepanjang jalan besar karena langsung berhubungan dengan sumber polutan utama, yaitu kendaraan bermotor. Pengembangan hutan kota harus melihat ketersediaan lahan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa seluruh wilayah di Kota Y ogyakarta merupakan wilayah dengan prioritas utama pengembangan Ruang Terbuka Hijau, karena tingkat persebaran polutannya yang tinggi.

The increasing number of the population in Y ogyakarta city has an impact to the increasing number of the vehicle in the city. The impact caused by increasing number of the vehicle can decrease the quality level of the air. The ambience air quality can be measured based on the physical parameter i.e. temperature, humidity, rain fall, noise, direction and speed of wind, and traffic density. For chemical parameter it is based on sulfur dioxide (S02), Nitrogen dioxide (N02), Ozone (03), Bleack lead (Pb), Carbon monoxide (CO) and dust (TSP). In this research the measurement of the ambience air quality was conducted in 11 measurement spot with high density volume of the vehicle. In Y ogyakarta city the result of the analysis shows that there is no pollutant which is beyond the limit stated by the governor. Furthermore based on the field test result map dissemination for each pollutant was made by using Arc. View 3.3. software. Each pollutant map was overlaid in order to know which is in high, medium, and low pollutant level. Those districts will become the priority zone for the city forest development based on pollution level. From the result of the research, the Open Green Space development is directed in the form of green belt area along the main street because it is directly connected with the vehicle as the main source of the pollutant. The city forest development should consider to the availability of the land. The result of the research also shows that the whole area in Y ogyakarta city are the main priority of the Open Green Space development due to the level of pollutant dissemination is relatively high.

Kata Kunci : polusi , Tingkat Persebaran Polutan, Sistem Informasi Geografis

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf