Laporkan Masalah

Perubahan Kemanfaatan Hayati Sulfametoksazol Karena Pengaruh Polietilenglikol 400 Kadar Relatif Pada Kelinci Jantan

Zeta Rina Pujiastuti, Drs. Riswaka Sudjaswadi, Apt., S.U.; Drs. M. Amroni, Apt., M.S.

1991 | Skripsi | S1 FARMASI

?Telah dilakukan uji in-vivo untuk mendapatkan data kemungkinan terjadinya interaksi kompleks antara obat surfaktan, perubahan permeabilitas membran yang mampu mengubah pada absorpsi menurut data parameter kemanfaatan hayati. Penelitian dilakukan dengan pemberian suspensi sulfametoksazol (600 mg %) dengan medium yang mengandung polietilenglikol 400 3%, 5%, dan 7%, serta medium air sebagai blangko, kepada kelinci per-oral. Hasil diungkapkan dalam bentuk kurva hubungan antara kadar dan waktu, AUC0-24, t maks dan C maks. Data yang diperoleh menunjukkan adanya perubahan kemanfaatan hayati sulfametoksazol pada medium yang mengandung polietilenglikol 400 dibandingkan dengan pada medium air. Pada kadar PEG 3% terjadi kenaikan hayati, diduga akibat kenaikan obat yang diabsorpsi, karena adanya perubahan permeabilitas membran. Sedangkan pada penggunaan polietilenglikol 5% terjadi penurunan kemanfaatan hayati, diduga karena terbentuk interaksi kompleks obat surfaktan yang mengakibatkan penurunan jumlah obat yang diabsorpsi sehingga kemanfaatan hayati menurun. Lebih lanjut, penggunaan polietilenglikol 400 pada kadar tinggi 7%, menunjukkan terjadinya penurunan kemanfaatan hayati sulfametoksazol yang diduga akibat pada absorpsi yang berbeda. Hal ini mendukung asumsi adanya interaksi obat-surfaktan dan modifikasi membran tempat obat diabsorpsi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan obat dan surfaktan yang berbeda.

Kata Kunci : Kelinci jantan, Polietilenglikol, Sulfametoksazol,

  1. S1-FAR-1991-ZetaRinaPujiastuti-abstract.pdf  
  2. S1-FAR-1991-ZetaRinaPujiastuti-bibliography.pdf  
  3. S1-FAR-1991-ZetaRinaPujiastuti-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FAR-1991-ZetaRinaPujiastuti-tittle.pdf