MODEL PEMBIAYAAN AGRIBISNIS UBI KAYU DENGAN PENDEKATAN VALUE CHAIN FINANCE DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
Ani Suryani, Prof. Dr. Ir. Masyhuri
2024 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian
Karakteristik
agribisnis yang kompleks menciptakan hubungan yang saling terkait antar
subsistem, kemudian membentuk rantai nilai yang khas. Ubi kayu sebagai komoditas strategis dalam mendukung ketahanan
pangan di Indonesia dan merupakan komoditas unggulan di Provinsi Lampung juga
memiliki rantai nilai yang khas di dalamnya. Masalah pembiayaan yang dihadapi
petani ubi kayu dan juga berbagai resiko pada setiap aktor rantai nilainya
memiliki keterkaitan antara satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pelaku
agribisnis ubi kayu dalam memilih sumber pembiayaan usahanya. 2) Merumuskan
mitigasi risiko pembiayaan rantai nilai agribisnis ubi kayu di Kabupaten
Lampung Tengah. 3) Merumuskan model pembiayaan rantai nilai agribisnis ubi kayu
yang ideal dengan metode system dynamics
di Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Lampung
Tengah yang dipilih secara sengaja dengan pertimbangan bahwa Lampung Tengah
merupakan produsen ubi kayu terbesar di Provinsi Lampung. Penentuan jumlah
sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Isaac dan Michael,
sehingga di peroleh responden berjumlah 263 petani ubi kayu, kemudian penentuan
pelaku rantai nilai lainnya dilakukan menggunakan teknik snowball sampling, sehingga diperoleh responden sebanyak 6 penyedia
input, 6 pedagang pengepul, 8 industri pengolah non-tapioka, 3 industri
pengolah tapioka, dan 3 lembaga penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
1) Keanggotaan, pengalaman usaha tani, dan luas lahan berpengaruh positif dalam
pemilihan jenis kredit petani ubi kayu. Sebaliknya usia, pendidikan, pendapatan
berpengaruh negatif dalam pemilihan jenis kredit petani ubi kayu. Secara parsial keanggotaan, pengalaman usaha,
luas lahan, usia, dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pemilihan
jenis kredit petani ubi kayu. 2) Aksi mitigasi risiko yang terdiri dari
pencegahan terhadap risiko usaha budidaya ubi kayu; penerapan teknologi tepat
guna; pendampingan sistem produksi,
pemasaran, dan pembiayaan; pencegahan terhadap risiko usaha dagang ubi kayu;
penerapan sistem pasar terstruktur; pengembangan akses pembiayaan; kelembagaan
dan pasar; pengembangan infrastruktur pemasaran; pengembangan budidaya adaptif;
monitoring/pemantauan selama masa kredit; sosialisasi manajemen risiko kepada
karyawan; dan pendampingan kelembagaan, pembiayaan dan produksi. 3).
Berdasarkan hasil analisis pembiayaan rantai nilai ubi kayu dengan pendekatan
VCF dan metode system dynamics, diketahui bahwa kredit mitra/VCF pada berbagai aktor rantai nilai ubi kayu memiliki hubungan yang
saling menguatkan (reinforcing) dan dapat meningkatkan pertumbuhan kinerja
keuangan pelaku usaha agribisnis ubi kayu di sepanjang rantai.
Kata
Kunci : Ubi Kayu, risiko, pembiayaan, rantai nilai, model dinamika sistem
The complex characteristics of agribusiness create interrelated
relationships between subsystems, forming a distinctive value chain. Cassava,
as a strategic commodity in supporting food security in Indonesia and a leading
commodity in Lampung Province, also has its own unique value chain. The
financing problems faced by cassava farmers and various risks encountered by
each actor in the value chain are interconnected. This study aims to: 1)
Examine the factors influencing cassava agribusiness actors in choosing their
business financing sources. 2) Formulate risk mitigation for financing the
cassava agribusiness value chain in Central Lampung Regency. 3) Formulate an
ideal financing model for the cassava agribusiness value chain using the system
dynamics method in Central Lampung Regency. This research is located in Central
Lampung Regency, which was purposely selected considering that Central Lampung
is the largest cassava producer in Lampung Province. The sample size
determination in this study used the Isaac and Michael formula, resulting in
263 cassava farmer respondents. The determination of other value chain actors
was carried out using the snowball sampling technique, resulting in 6 input
suppliers, 6 traders, 8 non-tapioca processing industries, 3 tapioca processing
industries, and 3 supporting institutions. The results of the study show that:
1) Membership, farming experience, and land area positively influence the
choice of credit types for cassava farmers. Conversely, age, education, and
income negatively influence the choice of credit types for cassava farmers.
Partially, membership, farming experience, land area, age, and education have a
significant effect on the choice of credit types for cassava farmers. 2) Risk
mitigation actions consist of preventing risks in cassava cultivation; applying
appropriate technology; supporting production, marketing, and financing
systems; preventing trading risks in cassava business; implementing structured
market systems; developing access to financing; strengthening institutions and
markets; developing marketing infrastructure; developing adaptive cultivation;
monitoring during the credit period; promoting risk management to employees;
and providing institutional, financial, and production assistance. 3) Based on
the analysis of cassava value chain financing using the VCF approach and system
dynamics method, it is known that partner credit/VCF and all actors in the
cassava value chain have a reinforcing relationship and can enhance the
financial performance growth of cassava agribusiness actors along the chain.
Keywords:
Cassava, risk, financing, value chain, system dynamics model.
Kata Kunci : Cassava, risk, financing, value chain, system dynamics model.