STUDI FITOGEOGRAFI MERBAU (Instia bijuga 0. Kuntze) DI INDONESIA
Heny Rianawati , Ir. Dwi Tyaningsih Adriyanti, MP.
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANKehutanan di Indonesia kondisinya semakin memprihatinkan seiring dengan pertambahan penduduk dan eksploitasi terhadap sumberdaya hutan mengakibatkan hutan tidak dapat menjalankan fungsi ekologis maupun ekonomis secara maksimal. Pembangunan Hutan Tanaman Industri merupakan salah satu usaha untuk menyiasati agar hutan dapat menjalankan fungsinya kembali. Merbau merupakan jenis pohon yang bernilai ekonomis tinggi tergolong kelas k:tiat II-I dan kelas awet I-II, sehingga merbau sangat cocok dikembangkan untuk Hutan Tanaman Industri. Pengetahuan tentang fitogeografi merbau sangat diperlukan untuk pengembangan jenis tersebut dalam pembangunan Hutan Tanaman lndustri dengan Sistem Silvikultur lntensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran alami (fitogeografi) merbau di Indonesia dan mengetahui variasi merbau dari beberapa provenans. Penelitian ini dilaksanakan pada pertanaman Uji Provenans Merbau di Wanagama I, dengan bahan tanaman biji hasil eksplorasi Tim Eksplorasi Merbau Fakultas Kehutanan UGM tahun 2006 ke habitat aslinya yaitu Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Dalam pelaksanaan penelitian ini menggunakan lima metode yaitu: metode Penelusuran Pustaka, Penelusuran Herbarium, Eksploratif, Diskriptif, dan Identifikasi. Metode Penelusuran Pustaka dan Penelusuran Herbarium dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang diskibusi dan persebaran merbau serta kelimpahan dan penampilan spesies merbau dari berbagai tempat. Metode Eksploratif dilakukan untuk mendapatkan sampel herbarium dengan penjelajahan langsung ke lapangan. Metode diskriptif digunakan untuk mengumpulkan data-data sekunder hasil eksplorasi Tim Eksplorasi Merbau FKT UGM 2006 dan rnengumpulkan data lapangan dengan mendiskripsikan ciri-ciri yang terbawa pada herbarium. Metode yang terakhir adalah Identifikasi yaitu untuk membandingkan diskripsi yang diperoleh dari penelitian dengan diskripsi yang terdapat dalam pustaka ataupun pada koleksi herbarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima center of origin merbau di Indonesia dan terdapat variasi merbau di Indonesia. Merbau dapat dipisahkan menjadi lima kelompok yang dalam tingkat takson dibawah spesies termasuk dalam kategori varietas. V ariasi morfologi merbau terlihat jelas pada bentuk dan ukuran biji.
The increasing of citizen population and forests exploitation makes the condition of forests in Indonesia getting worse and caused forests can not execute its echologic and echonomic function in maximum capacity. The development of Forests Industrial Plantation is one of solution to recover the function of forests. Merbau is a tree with high echonomic value and grouping in strength class of II-I and durable class of I-II, so merbau is suit to extend for Forests Industrial Plantation. The study about phytogeography of merbau is needed to its development with Silviculture Intensif System in Forests Industrial Plantation. The purposes of this research are to know the natural distribution and variation from severals provenans of Merbau in Indonesia (phytogeography). The research was done in Provenans Test plantation of merbau in Wanagama I, by the component of seeds from exploration of merbau Forestry Faculty exploration team in year 2006 in its original habitats that are Papua, Maluk:u and Nusa Tenggara Timur. This research was used five methods, and they were exploration of literature, exploration of herborize, exploration, description and identification. The exploration of literature and herborize was done to get information about its distribution, abundant, and appearance in several places. Exploration method was done to get the herborize sample by direct exploration to the fields. Description method was done to collected files of Merbau exploration from exploration team of Forestry Faculty 2006 and collected files from fields to illustrated characteristic in herborize. Identification method was done to compare the illustration from the research with illustration from literature or herborize collection. Results of the research shows that they are five center of origin of merbau and variation of merbau in Indonesia. Merbau can be devided into five groups of taxsonomy and placed under species including on variety category. The variation in morphology of Merbau shows very clear in shapes and dimension of seeds.
Kata Kunci : Merbau, Fitogeografi, Morfologi.