Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Jalan Usaha Tani pada Program Ketahanan Pangan di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam
Nina Silvia, Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., MP, IPM. ASEAN Eng.;Dr. Ir. Roso Witjaksono, M.S.
2024 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Provinsi Sumatra Barat telah berhasil menjadi penyangga kebutuhan pangan di bagian tengah Pulau Sumatra, ironisnya, 525.348 jiwa penduduk rawan pangan berada di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat. Kurangnya Akses ke lahan pertanian adalah salah satu penyebab masih tingginya kerawanan pangan petani sayuran di dataran tinggi Kabupaten Agam. Pengembangan sektor pertanian melalui perluasan lahan dan peragaman jenis komoditas memerlukan akses jalan agar dapat meningkatkan ketersediaan pangan atau keterjangkauan pangan bagi rumah tangga petani Kabupaten Agam.
Program ketahanan pangan desa bertujuan untuk mengantisipasi kerawanan pangan dari tingkat terbawah yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi desa atau nagari yang ada. Pemilihan jenis kegiatan diserahkan kepada desa/nagari setempat, dijalankan secara partisipatif dan mendorong kemandirian. Nagari Pasia Laweh adalah salah satu Nagari di Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam yang sedang giat membangun akses pertanian. Untuk membuka akses ke lahan pertanian, petani diberikan kepercayaan untuk mengelola kegiatan bersama dengan kelompoknya Penelitian ini bertujuan untuk (1)mendeskripsikan kegiatan pembangunan jalan usaha tani dan (2) menganalisis partisipasi masyarakat dalam pembangunan jalan usaha tani pada program ketahanan pangan di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakanan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 17 informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jalan usaha tani merupakan upaya pemberdayaan masyarakat karena: (1) manfaat pembangunan jalan usaha tani dapat melindungi masyarakat dari tingginya biaya transportasi, dan mencegah kerusakan input dan output pertanian; (2) membuka akses terhadap diversifikasi pertanian, pertanian input rendah, informasi dan inovasi pertanian;(3) kaum dan poktan diberikan kuasa atau otoritas untuk mengelola jalannya kegiatan mulai dari tahap pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengawasan dan pemanfaatan yang dilaksanakan atas dasar kesadaran atas collective action.
Partisipasi masyarakat dalam pembangunan jalan usaha tani di Nagari Pasia Laweh tingga karena didorong oleh faktor: kepemilikan lahan; kewibawaan Wali Nagari yang mengajak masyarakat; kewibawaan Ninik Mamak kaum; adanya sanksi sosial bagi anggota kaum yang tidak terlibat, serta program kegiatan yang sederhana sesuai dengan kemampuan masyarakat. Kontribusi masyarakat terbesar ditemukan dalam bentuk harta yang berupa tanah untuk pelebaran jalan tanpa ganti rugi. Ninik Mamak berperan sangat besar dalam pembangunan jalan usaha tani diantaranya: dalam upaya pembebasan tanah, dalam mobilisasi sumber daya serta dalam menggerakkan keswadayaan anggota kaumnya untuk mengambil peran dalam pemeliharaan hasil pembangunan.
The West Sumatra Province has successfully become a food supplier in the central part of Sumatra Island. Despites this achievement, 525,348 people still face food insecurity in the Agam District of West Sumatra. One of the contributing factors to this high food insecurity among vegetable farmers in the highlands of Agam is the lack of access to agricultural land. Agricultural development through land expansion and commodity diversification requires road infrastructure to improve food availability and accessibility for households in the Agam District.
The food security program aims to anticipate food insecurity at the household level, tailored to the needs of the community and the existing natural resources. It is implemented in a participatory manner, emphasizing self-reliance. Nagari Pasia Laweh, a part of the Agam District, is actively constructing infrastructure for agricultural development. Farmers are empowered by being given the authority to manage activities collectively within their groups (kaum and farmers group).
This research has two main objectives: (1) to describe the activities related to the construction of farm roads and (2) to analyze community participation in the construction of these farm roads as part of the food security program in Nagari Pasia Laweh, Palupuh Subdistrict, Agam District. A descriptive qualitative approach was employed, involving 17 informants.
The findings indicate that the construction of farm roads is an empowerment effort for the community because it: (1) reduces transportation costs and prevents damage to agricultural inputs and outputs; (2) provides access to diversified agriculture, low-input farming, and agricultural information and innovation; and (3) grants authority to local communities and farmer groups to manage decision-making, implementation, supervision, and utilization based on collective awareness.
Community participation in the development of farm roads in Nagari Pasia Laweh is high due to factors such as land ownership, the influence of village leaders (Wali Nagari), the authority of traditional leaders (Ninik Mamak), social sanctions for non-participation, and simple program activities aligned with the community’s capacity. The most significant contribution from the community was in the form of land for road widening without compensation. Ninik Mamak played a crucial role in land acquisition efforts, resource mobilization, and motivating community members to actively maintain the results of the road development
Kata Kunci : Minangkabau, Nagari, Pertanian, Jalan Usaha Tani, Partisipasi Masyarakat