PEMAPANAN DAN EVALUASI PERTUMBUHAN UJI KLON SUNGKAI (Peronema canescens Jack) ASAL SUMATRA SELAMA 6 BULAN DI WANAGAMA GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA
Mohammad Taufik Daryono, Dr. Sapto lndrioko, S. Hut., M. P.
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANKerusakan hutan telah menyebabkan menurunnya produksi kayu. Usaha untuk meningkatkan produktivitas hutan perlu dilakukan melalui pemuliaan pohon pada jenis kayu yang bemilai tinggi. Kayu sungkai termasuk dalam golongan kayu mewah, karena memiliki gambaran yang indah serta sifat fisik yang cukup baik. Uji klon sungkai dalam hal ini diperlukan untuk mendapatkan klon yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persen hidup tanaman, variasi pertumbuhan tinggi dan diameter, taksiran nilai heritabilitas, dan nilai korelasi genetik antar parameter pertumbuhan. Pertanaman uji klon sungkai terletak di Petak 18, Hutan Pendidikan Wanagama, RPH Banaran, BKPH Playen, Kabupaten Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Y ogyakarta, Indonesia. Bahan yang digunakan berupa klon dari sebaran alami di daerah Sumatra Selatan yang telah disemaikan di persemaian Petak 16 Wanagama. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok dengan 50 klon sebagai perlakuan, 5 blok sebagai ulangan, dan tiap plot terdiri dari 4 treeplot, dengan jarak tanam 3x3 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen hidup tanaman yang rendah (43,9%) dan terdapat variasi genetik untuk pertumbuhan tinggi tanaman. Heritabilitas untuk pertumbuhan tinggi tanaman (0,34) menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan lebih besar dibanding pengaruh genetik. Klon-klon dengan pertumbuhan tinggi terbaik adalah nomor klon SP-48, JR-13, JR-12, JR-20, HB- 37, sedangkan klon yang mempunyai pertumbuhan diameter terbaik adalah klon RP-5, JR-13, SP-48, RP-2, RP-I. Korelasi genetik antara pertumbuhan tinggi dan diameter batang (0,846) menunjukkan bahwa keragaman genetik tinggi tanaman berkaitan positif dengan keragaman genetik diameter batang.
The decline of forest quality has reduced the timber product. Therefore, it is necessary to increase forest productivity of high valuable wood by tree improvement. Sungkai has been categorized into fancy wood due to its beautiful textures and fine physical quality. Clonal test of Sungkai is important in order to obtain the superior clones. This research was aimed to know the survival rate, variation of height and stem diameter growth. The clonal test has been established in compartment no. 18, Wanagama Research Forest, RPH Banaran, BKPH Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia. This research was carried out using 50 clones originated from South Sumatra. The design was Randomized Complete Blok Design, with, 5 block as replication and 4 treeplot for every plot. Spacing was 3x3 m. Sungkai has a low number (49,1%) of survival, and genetic variation of plant growth. The heritability for heigth growth was 0,34. It indicated that external factor give greater influenced than genetic factor. The best height growth was obtained by clones number SP-48, JR-13, JR-12, JR-20, HB-37 and the best stem diameter growth was obtained by clones no. RP-5, JR-13, SP-48, RP-2, RP-1. The genetic correlation between heigth and diameter (0,846) indicated that genetic variation of height growth has positive correlation with stem diameter growth.
Kata Kunci : sungkai, uji klon, variasi genetik, heritabilitas, korelasi genetik.