Laporkan Masalah

Analisis Pola Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kecamatan Godean dan Mlati Kabupaten Sleman

Fitri Nur Solihah, Sri Tuntung Pandangwati, S.T., MUP., Ph.D.

2024 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Lahan merupakan salah satu unsur penting dalam perkembangan sebuah wilayah untuk menunjang kegiatan penduduknya. Seiring bertambahnya penduduk dalam sebuah wilayah, permintaan akan lahan cenderung mengalami peningkatan. Meningkatnya permintaan lahan tidak sebanding dengan ketersediaan lahan sehingga menyebabkan kompetisi spasial dalam penggunaan lahan. Aspek ekonomi menjadi salah satu pendorong terjadinya urbanisasi dalam sebuah wilayah. Urbanisasi menyebabkan tingginya alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Sleman, terutama di Kecamatan Godean dan Kecamatan Mlati. Kabupaten Sleman memiliki peranan penting dalam menjamin ketersediaan pangan di Provinsi DIY terutama bahan baku beras. Kabupaten Sleman memiliki lahan sawah terluas di Provinsi DIY dengan prosentase sebesar 39,5?ri keseluruhan luas lahan sawah di wilayah DIY. Arus urbanisasi dari kawasan aglomerasi perkotaan Yogyakarta mengancam kelestarian lahan subur pertanian terutama lahan sawah yang berada pada kedua kecamatan ini.

Penelitian ini dilakukan pada 2 (dua) kecamatan di Kabupaten Sleman, yakni Kecamatan Godean dan Kecamatan Mlati. Kedua kecamatan ini ditetapkan sebagai lokasi penelitian karena memiliki lahan sawah yang luas namun memiliki pertumbuhan wilayah yang tinggi, sehingga terjadi konflik kepentingan yang kuat. Kabupaten Sleman telah melakukan upaya untuk mempertahankan lahan pertanian dari potensi alih fungsi lahan salah satunya dengan mekanisme insentif dan disinsentif. Namun, alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian masih terus meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan menjelaskan secara deskriptif pola alih fungsi lahan yang terjadi di lokasi penelitian. Fokus penelitian adalah alih fungsi lahan basah pertanian (sawah) sebagai obyek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial untuk mengidentifikasi pola alih fungsi lahan. Analisis spasial dibagi menjadi dua tahap, (1) analisis overlay, average nearest neighbor dan spatial autocorrelation untuk analisis pola dan (2) analisis cluster and outlier analysis  dan cluster analisys untuk analisis korelasi spasial. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa dokumen digital dan data spasial baik peta dan citra satelit, data primer diperoleh dari observasi lapang untuk klarifikasi kondisi alih fungsi lahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan luas lahan basah pertanian (sawah) yang terjadi lebih besar dari data yang tercatat secara resmi pada instansi pemerintah. Hal ini menunjukkan banyak terjadi perubahan penggunaan dan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya.  Pola alih fungsi yang terbentuk pada lokasi penelitian mengalami kecenderungan mengelompok (clustered). Namun kluster yang terbentuk dari alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian bersifat heterogen.


Land is one of the important elements in the development of an area to support the activities of its residents. As the population in an area increases, the demand for land tends to increase. The increasing demand for land is not proportional to the availability of land, causing spatial competition in land use. The economic aspect is one of the drivers of urbanisation in a region. Urbanisation has led to the high conversion of agricultural land in Sleman Regency, especially in Godean and Mlati Sub-districts. Sleman Regency has an important role in ensuring food availability in Yogyakarta Province, especially rice. Sleman Regency has the largest rice field in Yogyakarta Province with a percentage of 39.5% of the total rice field area in Yogyakarta. The flow of urbanisation from the urban agglomeration area of Yogyakarta threatens the sustainability of fertile agricultural land, especially paddy fields located in these two sub-districts.

This research was conducted in 2 (two) sub-districts in Sleman Regency, namely Godean and Mlati. These two sub-districts were determined as research locations because they have large areas of paddy fields but have high regional growth, resulting in strong conflicts of interest. Sleman Regency has made efforts to maintain agricultural land from potential land conversion, one of which is through incentive and disincentive mechanisms. However, the conversion of agricultural land to non-agricultural land still continues to increase from year to year. This research aims to identify and descriptively explain the pattern of land conversion that occurs in the research location. The focus of the research is the conversion of agricultural wetlands (paddy fields) as the object of research. This research uses spatial analysis method to identify the pattern of land conversion. Spatial analysis is divided into two stages, (1) overlay analysis, average nearest neighbour and spatial autocorrelation for pattern analysis and (2) cluster and outlier analysis and cluster analysis for spatial correlation analysis. The data used in this study are secondary data in the form of digital documents and spatial data both maps and satellite images, primary data obtained from field observations to clarify the conditions of land use change.

The results showed that the decline in the area of agricultural wetlands (sawah) that occurred was greater than the data officially recorded in government agencies. This shows that there are many changes in land use and utilisation that are not in accordance with their designation.  The pattern of function change formed in the research location has a tendency to be clustered. However, the clusters formed from the conversion of agricultural land to non-agricultural land are heterogeneous.

 

Kata Kunci : alih fungsi lahan, aglomerasi kota, ketahanan pangan, pola spasial, land use change, urban agglomeration, food security, spatial patterns

  1. S2-2024-490286-abstract.pdf  
  2. S2-2024-490286-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-490286-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-490286-title.pdf