Daya Antibakteri Minyak Atsiri Daun Kemangi Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Invitro
Mutik Handayani , Dra. Wahyuningsih, Apt.; dr. Ilyas; Drs. B. Sudarto, Apt
1991 | Skripsi | S1 FARMASI?Telah dilakukan isolasi minyak atsiri dari daun ke- mangi serta uji daya antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli invitro. Pertama dilakukan penyulingan minyak atsiri dari da- un kemangi yang telah dikeringkan, kemudian terhadap minyak atsiri yang diperoleh dilakukan pemeriksaan indeks bias serta uji daya antibakteri menggunakan metoda difusi dan metoda dilusi cair. Dari penyulingan diperoleh minyak atsiri yang jernih kekuningan, rendemen sebesar 1,830,06 %, harga indeks bias sebesar n: 1,4873. Uji daya antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metoda difusi diperoleh diameter zone radikal rata kadar 25 % 24,5 0,17 mm; 20 % = 22,3 rata sebesar 0,19 mm; 15% 20,5±0,17 mm; 10 % 16,8±0,12 mm; 5 % 11,2±0,16 mm. peroleh diameter zone 21,6±0,29 mm; 20 % Sedang terhadap Escherichia coli diameter radikal rata-rata sebesar: kadar 25% 20,30,17 mm; 15% = 18,7 ± 0,14 mm; 10% 15,6 0,28 mm; 5 %= 8,5 +0,36 mm. Untuk uji daya antibakteri dengan metoda dilusi diperoleh kadar hambatan minimum (KHM) dan kadar bunuh minimum (KBM) pada larutan minyak atsiri 0,0537 % (v/v), baik terhadap Staphylococcus aureus maupun Escherichia coli. Dari hasil tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri daun kemangi mempunyai efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Kata Kunci : Antibakteri, Atsiri, Kemangi, Staphylococcus, Escherichia