Laporkan Masalah

PENGARUH WAKTU PEMASAKAN DAN KONSENTRASI LARUTAN PEMASAK TERHADAP RENDEMEN DAN SIFAT FISIK PULP DAUN PANDAN LAUT (Pandanus tectorius Soland. Ex Park) MELALUI PROSES MEKANIK-SODA

MUHAMMAD YAN MALLINO , Dr.Ir.Sri Nugroho Marsoem, M.Agr.Sc.

2008 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

pesisir dari bahaya abrasi dan tsunami, sementara ini daunnya dalam jumlah terbatas telah digunakan sebagai bahan anyaman. Unhlk memberi nilai tambah lebih lanjut, dan sekaligus menyediakan alternatif penggunaan se1ta alternatif sumber bahan baku bagi industri pulp dan kertas, pada daun pandan Iaut telah dilakukan studi pengolahannya menjadi pulp dengan menggunakan proses mekanik-soda. Daun pandan laut yang berasal dari Pantai Glagah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Y ogyakarta ini, terlebih dahulu dibuat serpih berdimensi 5cm x 10 cm x 0,2 cm, kemudian diberi perlakuan mekanis bempa penumbukan, setelah itu serpih yang telah ditumbuk dikering udarakan. Serpih yang sudah kering udara dimasak dengan bahan kimia NaOH dengan menggunakan digester-autoclave pada suhu maksimum l 70 °C. Penelitian ini menggunakan percobaan acak lengkap (Completely Randomized Design) yang disusun dengan percobaan secara faktorial 2x3 dengan tiga ul angan. Faktor pertama adalah waktu pemasakan, yang terdiri dari dua aras yaitu 1 jam dan 2 jam setelah mencapai suhu maksimum. Faktor kedua adalah faktor konsentrasi lamtan soda yang terdiri dari 3 aras yaitu 10%, 12%, dan 14%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun pandan laut cukup baik untuk dijadikan bahan baku alternatif pulp dengan proses mekanik-soda. Dari hasil penelitian tidak ditemukan adanya intemksi antara waktu pemasakan dan konsentrasi larutan soda. Hasil terbaik dihasilkan oleh waktu pemasakan 2 jam dengan kisaran rendemen 18,48 - 23,05%, bilangan Kappa 26,05 - 23,24, indeks tarik lembaran pulp 6,96 - 9,60 Nm/g; indeks jebol, 0,59 - 0,77 Kpa.m2 /g, indeks sobek 3,38 - 4,08 mN.m2 /g. Selain itu, konsentrasi larutan pemasak 14% juga memberikan hasil terbaik dengan kisaran rendemen 20,50 - 23,05%, bilangan Kappa 24,30 - 23,24, indeks tarik 8,08 - 9,60 Nm/g; indeks jebol 0,68 - 0,77 Kpa.ni2/g, indeks sobek 3,78-4,08 mN.m2/g,

Screw pine which have been grown for minimizing the occurrence of abrasion and the danger of tsunami on many shores, produce leaves that have been used for handy-craft making. To increase the alternatives and the added value of its useless biomass leaves, a study have been conducted by processing its leaves into pulp by using soda-mechanical process. Screw pine leaves obtained from Glagah Beach, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Province, was made into chips of 5cm x 10cm x 0.2cm, and were crushed by mechanical treatment. Chips were air seasoned to air dry condition, and then were cooked by using sodium hydroxide of 10, 12, and 14% of oven dry leaves and cooking time of 1, and 2 hours, in a digester of maximum temperatme of l 70 ° C. Data obtained were then analyzed by using Completely Randomized Design of2 (cooking time) by 3 (cooking liquor concentration) factorials of 3 replications. The result showed that screw pine leaves are good enough for the production of pulp by using soda-mechanical process. Interaction between the factor observes did not indicate a significant effect on the pulp produced. The best pulping production in this study were shown by 2 how-s cooking time with a yield of 18.48 - 23.05% with Kappa number of 26.05 - 23.24, tensile strength of 6.96 - 9.60 Nm/g; bursting strength of 0.59 - 0.77 Kpa.m 2 /g, tear strength of 3.38 - 4.08 mN.m2/g and 14 % liquor concentration with a yield of 20.50 - 23.05%, Kappa number of 24.30 -23.24, tensile strength of 8.08 - 9.60 Nm/g; bursting strength of 0.68 -0.77 Kpa.m2/g, tear strength of 3.78-4.08 mN.m2/g.

Kata Kunci : tsunami, daun pandan laut, pulp,mekanik,NaOH.

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf