Laporkan Masalah

Analisis faktor risiko karsinoma endometrium

BUDIANTO, Tri, dr. Soeharyono, SpOG.,K-Onk

2003 | Tesis | PPDSI Obstetri dan Ginekologi

Latar belakang: Peningkatan usia harapan hidup wanita dan perubahan gaya hidup meningkatkan kasus kanker. Karsinoma endometrium merupakan penyebab tertinggi kanker ginekologis di Amerika Serikat, sedangkan di Indonesia merupakan penyebab kanker ginekologis ketiga dan jumlah kasusnya cenderung meningkat. Faktor risiko karsinoma endometrium di negara Asia Timur lebih banyak dipengaruhi penurunan paritas, sedangkan di negara Barat obesitas merupakan faktor risiko yang paling besar pengaruhnya. Perbedaan faktor risiko karsinoma endometrium antara satu populasi dengan populasi dipengaruhi oleh perbedaan ras, sosial budaya, perubahan gaya hidup, dan lingkungan. Identifikasi faktor risiko karsinoma endometrium berguna untuk menurunkan risiko terjadinya karsinoma endometrium, skrining untuk membantu diagnosis dini dan akhirnya diharapkan meningkatkan kualitas hidup dan kelngsungan hidup penderita. Bahan dan Cara: Penelitian bersifat observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Didapatkan 67 kasus karsinoma endometrium selama 6 tahun di RS Sadjito, kemudian dicarikan control dengan melakukan matching umur. Dilakukan analisis bivariat terhadap risiko karsinoma endometrium dengan dumy tabel. Untuk mengetahui faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap karsinoma endometrium dilakukan analisis multivariat dengan regresi.. Tujuan: Untuk mengetahui apakah faktor umur menarke, umur menopause, obesitas, nullipara, diabetes mellitus, dan hipertensi lebih tinggi pada karsinoma endometrium dibandingkan kontrol. Hasil: Diantara persalinan vaginal dan abdominal ternyata tidak ada perbedaan yang bermakna pada kematian maternal (p=0,68, CI 95% 0,85-2,74) dan komplikasi pada ibu (p=0,42, CI 95% 0,33-1,60). Juga tidak ada perbedaan yang bermakna terhadap kematian perinatal (p=0,23 , CI95% 0,68-4,50) dan risiko terjadinya asfiksia menit ke-5 risiko terjadinya asfiksia 0,68 kali daripada abdominal, walaupun secara statistik tidak bermakna (0,33, CI 95% 0,32-1,47). Faktor yang paling mempengaruhi kematian maternal pada Sindroma HELLP adalah jumlah trombosit (Sindroma HELLP klas I) (Expb 16,63 , p= 0,02 ,CI 95%1,59-180,32). Sedang umur kehamilan merupakan faktor yang paling berpengaruh menimbulkan asfiksia menit ke-5 (Exp(B) 2,47, p= 0,04 dan CI 95% 1,04-5,84) dan kematian perinatal (Exp(B) 2,94, p= 0,04,, CI95%1,03-8,41 ). Kesimpulan: Nullipara meningkatkan risiko karsinoma endometriium.

Background: HELLP Syndrome is a condition of severe preeclampsia including hemolisis, elevated liver enzim, low platelet count. HELLP Syndrome is one of obstetrical complication that could be delayed on diagnosis that increase maternal and perinatal mortality and morbidity. The exact pathogenesis of HELLP Syndrome is unknown. This syndrome is the last manifestation that induced microvasculer endothelial demage and intravascular platelet activation resulting endothelial damage. Pregnancy termination is the first choice for this syndrome to be ended. The mode of termination still controversial in which a part of literature suggested vaginal delivery but some journal concluded cesarean section gave better outcome. Objective: Comparing vaginal and abdominal delivery on maternal and perinatal outcome in HELLP Syndrome. Material and method: This is a hystorical cohort study. There were 126 cases of HELLP Syndrome, 63 was delivered vaginally and the other 63 delivered abdominally. Maternal and perinatal outcomes were analized with Chi square test. Multivariat analysis with logistic regression was used to determine the most influencing factor on maternal and perinatal morbidity and mortality. Results: There were no significant differences between vaginal and abdominal delivery on maternal mortality (p=0,68, CI 95% 0,85-2,74) and maternal complications (p=0,42, CI 95% 0,33-1,60). There were also significant differences on perinatal mortality (p=0,23, CI 95% 0.68-4,50) and risk of fifth minute asphyxia is 0,68 times higher than abdominal delivery, but statistically unsignificant (0,33, CI 95% 0,32-1,47). The most influencing factor on maternal mortality due to HELLP Syndrome was platelet count (HELLP Syndrome grade 1)( Exp b 16,63, p=0,02 CI 95% 1,59-180,32). Gestastional age mostly influenced the fifth minute asphyxia (Exp B) 2,47, p= 0,04 and CI 95% 1,04-5,84) and perinatal mortality (Exp B 2,94, p= 0,04, CI 95% 1,03-8,41). Conclusion: Vaginal delivery did not increase maternal and perinatal mortality and morbidity.

Kata Kunci : Karsinoma Endometrium,Faktor Resiko,Mode of delivery, HELLP Syndrome, Cesarean section


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.