PENGARUH LAMA PEMASAKAN DAN BAGIAN TANAMAN TERHADAP RENDEMEN DAN SIFAT FISIK PULP SULFAT TANAMAN KOPI (Coffea robusta)
ANGGI AFRIZAL, Dr.Ir. Sri Nugroho Marsoem, M. Agr.
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANUsaha untuk meningkatkan nilai tambah suatu limbah dan pada saat yang bersamaan meningkatkan ketersedian bahan baku lllltuk pembuatan pulp dan kertas telah dilakukan dengan mengolah limbah tanaman kopi menjadi pulp dengan proses sulfat Bahan yang digunakan ini berasal dari perkebuoan kopi robusta yang tumbuh di Desa Simpang Padang Karet, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam. Limbah yang digllllakan dalam penelitian ini adalah bagian batang dan cabang tanaman kopi robusta yang sudah tidak produktif dan bahan kimia pemasak yang digunakan adalah Natrium Hidroksida (NaOH) dan Natrium Sulfida (Na2S). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan acak lengkap ( Completely Randomized De...-.ign.) yang disuswi dengan percobaan secara faktoriaJ 3x2 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah Jama pemasakan yang terdiri dari tiga aras, yaitu lama pemasakan 2 jam, 2,5 ja???? dan 3 jam setelah mencapai suhu maksim.um 170 °C. Faktor yang kedua adalah bagian tanaman, yang terdiri dari dua aras, yaitu batang dan cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kopi dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku alternatif pembuatan pulp dengan menggunakan metode sulfat. Dari basil penelitian tidak ditemukan interaksi antara lama pemasakan dan bagian tanaman, narnun terdapat kecenderungan semakin lama pemasakan akan menghasilkan rendemen, indeks jebol, dan indeks tariknya yang tinggi, tetapi akan semakin turun nilai bilangan kappa Bagian bataog menghasilkan rendemen sebesar 32,38 %- 35,22 %, bilangan kappa 10,03 - 15,34, indeks sobek 3,42 - 3,83 mN.m2/g, indeks jeboJ 1,40 - 1,73 KPa m2/g, dan indeks tarik 10,77 - 14,13 Nm/g. Nilai tersebut Jebih tinggi dari nilai yang ditunjukkan oleh bagian cabangnya yaitu rendemen sebesar 27 ,34 % - 29, 15 %, bitangan Kappa 12,20 - 17, 11, indeks sobek 3,16 - 3,69 mN.m2/g, indeks jebol 1,24 - 1,42 KPa m2/g, dan indeks tarik 9,58 - 13,99 Nm/g.
An effort to increase added value of the biomass waste and at the same time to increase the avai]abi]ity of raw material for pulp and paper industry, a study has been conducted by processing the biomass waste into pulp by using sulfate process. The biomass waste was wood of unproductive robusta coffee trees, Stems and branches of unproductive robusta coffee plantation trees grown in Simpang Padang Karet ViJlage, South Pagaralam District, Pagaralam City, were used in this study. They were processed by using Sodiwn hydroxide (NaOH) and Sodium Sulfide (Na2S) as cooking liquor, The data obtained were analyzed using completely Randomized Design with factorial 3 x 2 with 3 replications. The first factor consisted of three parameters i.e. 2, 2.5, and 3 homs cooking time after reaching maxirnwn temperature. Second factor was part of the trees and consisted of two 2 parameters that were stem and branch of the trees The result showed that wood biomass from coffee plantation can be used as alternative raw material resources for pulp making, using sulfate process. The result showed that cooking time and part of the trees did not show a significant interaction effect Part of the stem produced higher yiel???? bursting strength, tear strength, and tensile strength than the branch part, but of lower kappa number. Stem part produced average yie]d of 32,38 % - 35,22 % with kappa nwnber of 10,03 - 15,34, tear strength of 3,42 - 3,83 mN.m2/g, bursting strength of 1,40 - 1,73 KPa m2/g, and tensile strength of 10,77 - 14,13 Nm/g. Whereas branch part produced average yield of 27,34 % - 29, 15 % with kappa number of 12,20 - 17, 11, tear strength of 3, 16 - 3,69 mN.m2/g, bursting strength of 1,24- 1,42 .KPa m2/g. and tensile strength of 9,58 - 13,,99 Nm/g.
Kata Kunci : pulp, limbah tanaman kopi. NaOR Na2S. sulfat