PENAKSIRAN LUAS HUTAN KOTA YANG DIBUTUHKAN DI KOT A JAMBI, PROPINSI JAMBI
MONI HASTIANA, Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli, M.S.
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANKota Jambi mengalami perkembangan dan pembangunan yang sangat pesat. Perkembangan suatu kota biasanya didorong oleh proses urbanisai. Meningkatnya jumlah penduduk alamiah maupun arus migrasi di Kota Jambi mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan lahan dan tidak terkendalinya konversi Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk berbagai aktivitas seperti pembangunan kawasan pemukiman, pendidikan, perdagangan, dan industri. Berkurangnya luas RTH yang ada dapat memberi dampak negatif pada kualitas lingkungan dari segi ekologis. Tujuan penelitian yaitu menaksir luas hutan kota yang dibutuhkan, mengetahui jumlah pohon yang harus ditanam berdasarkan luas hutan kota yang dibutuhkan, dan menaksir luas hutan kota yang dibutuhkan Kota Jambi pada tahun 2010 clan 2030 mendatang untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta mencukupi kebutuhan oksigen yang dibutuhkan di Kota Jambi. Penelitian dilakukan di Kota Jam.bi yang berlangsung selama 2 bulan (15 Februari s/d 15 april 2008). Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan Metode Gerarkis dalam Fandeli,dkk. (2004) dan Analisis Trend, penelitian dilakukan berdasarkan konsumsi oksigen total pada manusia, temak dan kendaraan bermotor yang digunakan untuk proses pembakaran. Analisis Trend digunakan untuk mengetahui jumlah penduduk, temak dan kendaraan pada tahun 2010 dan 2030. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa kebutuhan luas hutan kota adalah 5.605,48 ha, setelah dikurangi dengan faktor koreksi berdasarkan kondisi luasan RTH yang ada yaitu 1.365,51 ha, diperoleh kekurangan luas hutan kota 4.239,97 ha. Pada tahun 2010 adalah 6.382,00 ha, setelah dikurangi dengan faktor koreksi diperoleh kekurangan Iuas hutan kota adalah 5.016,49 ha, jika jumlah penduduk tahun 2010 adalah 482.748 jiwa, digunakan jarak tanam 10 x 10 m maka setiap orang wajib menanam pohon sebanyak 1 pohon/orang. Pada tahun 2030 adalah 10.855,34 ha, setelah dikurangi dengan faktor koreksi diperoleh kekurangan luas hutan kota 9.489,83 ha, jika jumlah penduduk tahun 2030 adalah 772.686 jiwa, maka jumlah pohon yang wajib ditanam setiap orang sebanyak 1 sampai 2 pohon/orang.
Jambi city have undergone fast growth and development. Development of a city is promoted with urbanization process. Increase in natural population or migration flow in Jambi lead to increase in need for land and uncontrolled conversion of green open space (RTII) to be varietis aetiVity piliposes slie1i as settlement, education, trade and industry. The decrease in RTH will give negative impact on environmental quality in term of ecology. The objective of this research was to estimate required WJ.dth of city forest, to calculate amount of tree should be planted based on the required width of city forest and to estimate width of city forest required in 2010 and 2030 to increase environmental quality and fulfill oxygen supply required in Jambi. This research was done in Jambi city for two months (15 February to 15 April 2008). This research was carried out by using Gerarkis method approach in Fandeli; et al. (2004) and trend analysis. The research was based on total oxygen consumed by human beings, livestock and motor vehicle for combustion process. Trend analysis was used to identify amount of population, livestock, and motor vehicle in 2010 and 2030. Results of the analysis indicated that need for width of city forest is 5,605.48 rui. Reduction with correction factor based on existed RTH width of 1,365.51 1ia resulted in lack of 4,239.ha width of city forest. In 2010, required width of city forest will be 6,382.00 ha, after deducted by correction factors, the lack of city forest width will oo 5,016.49 ha. When poptilatian iii 2010 is 482,748 people aiitl planlilig distance is 10 x 10 m, then each person should plant one tree. In 2030, the width of city forest needed will be 10,855.34ha, after deducted by correction factor, the lack of dty forest Width will be 9,489.83 ha. When popuiatlon in 2030 is 772,686 peopie then each person should plant one to two trees.
Kata Kunci : Kualitas lingkungan, hutan kota, konsumsi oksigen.