Pengaruh Karsinogen Benzidin Terhadap Aktivitas Fosfatase Alkali, Aktivitas Laktat Dehidrogenase dan Kadar Protein Total Pada Plasma Tikus Putih Jantan
Heny Susilawati, Dr. Mulyadi, Apt; Dra. Sri Mulyani M, Apt, SU
1991 | Skripsi | S1 FARMASIBenzidin merupakan senyawa karsinogen sekunder yaitu senyawa karsinogen yang memerlukan metabolisme aktivasi dalam tubuh menjadi bentuk aktif, yang dapat bereaksi dengan asam deoksiribonukleat (DNA) sehingga terjadi perubahan struktur pada molekul DNA sebagai tahap awal dimulainya karsinogenesis. Pengaruh benzidin terhadap parameter biokimia pada hewan uji belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian karsinogen benzidin terhadap aktivitas fosfatase alkali, aktivitas laktat dehidrogenase dan kadar protein total pada plasma tikus putih jantan. Penetian ini dilakukan dengan menggunakan hewan uji tikus putih jantan, strain Wistar yang berusia 2 - 3 bulan, dengan berat badan 100 200 gram. Tikus yang digunakan berjumlah 18 ekor, dibagi secara acak menjadi dua kelompok masing-masing 9 ekor. Kelompok pertama adalah kelompok normal dan kelompok kedua adalah kelompok perlakuan dengan benzidin. Benzidin yang digunakan berupa suspensi benzidin 2,5% dalam oleum olivarum, yang diberikan secara suntikan sub cutan dua hari sekali selama 12 hari dengan dosis 77,2 mg/ kg berat badan. Penetapan kadar protein total, aktivitas fosfsase alkali dan aktivitas laktat dehidrogenase dilakukan sebelum perlakuan dan tiap 2 minggu sekali setelah perlakuan. Kadar protein total ditetapkan dengan metode Lowry. Penetapan aktivitas fosfatase alkali dilakukan menurut metode Bessey, Brock dan Lowry, sedangkan aktivitas laktat dehidrogenase ditetapkan menurut metode Hans Urlich Bergmeyer dan Erich Bernt secara UV- spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karsinogen benzidin berpengaruh bermakna terhadap aktivitas fosfatase alkali sebesar 36,30% pada hari ke-45, terhadap aktivitas laktat dehidrogenase sebesar +35,00% dan 159,02% pada hari ke- 45 dan 58, terhadap kadar protein total sebesar +23,29% dan +52,73% pada hari ke-30 dan 58, terhadap aktivitas spesifik fosfatase alkali sebesar -26,12% dan -37,56% pada hari ke- 45 dan 58, dan terhadap aktivitas spesifik laktat dehidro- genase sebesar +55,36% dan +59,13% pada hari ke-45 dan 58. Pengaruh benzidin tersebut dianalisis secara statistik de- ngan analisis varian satu jalan dilanjutkan dengan uji Sceffe Keduanya menggunakan taraf kepercayaan 95%, dan hasilnya menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara normal dan perlakuan.
Kata Kunci : Benzidin, Fosfatase alkali, Laktat dehidrogenase, Protein total