PEMAPANAN KOMBINASI UJI KLON DAN SUMBER BENIH SUNGKAI (Peronema canescens Jack) SERTA EVALUASI PERTUMBUHANNYA SELAMA 6 BULAN DI WANAGAMA GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA
Ihwan Yusuf Habibi, Dr. Sapto . lndrioko, S.Hut., M.P.
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANProduktivitas hutan yang cenderung menu.run kurang mampu mencukupi kebutuhan pasar. Untuk itu perlu dilakukan suatu usaha untuk meningkatkan produktivitas hutan, di antaranya adalah dengan pemuliaan pohon dan pemanfaatan jenis kayu yang bernilai tinggi. Kayu sungkai termasuk dalam golongan kayu mewah karena memiliki gambaran yang indah serta sifat fisik yang cukup baik. Agar tegakan sungkai dapat dimanfaatkan secara optimal, maka perlu dilakukan penelitian tentang permasalahan yang timbul pada tegakan sungkai serta mencari pemecahannya. Uji klon merupakan suatu uji pertanaman untuk memperoleh klon yang memilki fenotip unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan hidup tanaman sungkai, variasi pertumbuhan tinggi dan diameter batang, nilai heritabilitas karakter pertumbuhan tinggi dan diameter, korelasi genetik antar parameter pertumbuhan, dan mengidentifikasi klon dan sumber benih sungkai yang tum huh dengan baik di W anagama. Penelitian dilakukan selama 6 bulan, mulai bulan Februari 2007 hingga Agustus 2007. Lokasi pertanaman terletak di petak 18, hutan pendidikan W anagama Gunungkidul Y ogyakarta. Bahan yang digunakan adalah bibit sungkai sebanyak 56 klon asal Muntilan (Jateng), Berau (Kaltim), Katingan dan Murungraya (Kalteng). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD). Jumlah perlakuan sebanyak 56 klon dari 4 sumber benih dengan 4 pohon plot (treeplot), dan 5 blok sebagai ulangan. Jarak tanam yang digunakan dalam uji ini adalah 3m X 3m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen hidup tanaman rendah yaitu sebesar 52,14%. Variasi genetik hanya terdapat pada pertumbuhan tinggi sumber benih tanaman. Nilai heritabilitas untuk pertumbuhan tinggi sebesar 0,0384 sedangkan pertumbuhan diameter sebesar 0,0109. Nilai korelasi genetik antara sifat pertumbuhan tinggi dan diameter pada umur 6 bulan diperoleh nilai positif yaitu sebesar 0,8284. Klon-klon dengan pertumbuhan tinggi terbaik adalah nomor klon 7, 105, 101, 100, dan l, sedangkan klon yang mempunyai pertumbuhan diameter terbaik adalah klon 7, 116, 118, 105, clan 135.
The decreasing of forest productivity can't fulfill the market needs. Therefore, it is necessary to increase forest productivity of high valuable wood by tree improvement. Sungkai has been categorized into fancy wood due to its beautiful textures and fine physical quality. Clonal test of Sungkai is important in order to obtain the superior clones. This research was aimed to know the survival rate, variation of height and stem diameter growth. The research was start from February 2007 until August 2007. The clonal test has been established in compartment no. 18, Wanagama Research Forest, RPH Banaran, BKPH Playen, Gunungkidul, Y ogyakarta. This research was carried out using 56 clones originated from Muntilan (Jateng), Berau (Kaltim), Katingan and Murungraya (Kalteng). The design was Randomized Complete Blok Design, with 56 clones from 4 seed sources as treatment, 5 block as replication and 4 treeplot for every plot. Spacing was 3 x3 m. Sungkai has a low number (52,14%) of survival. and genetic variation of plant growth. The heritability for heigth growth was 0,0384 and for diameter growth was 0,0109. The genetic correlation between heigth and diameter (0,8284) indicated that genetic variation of height growth has positive correlation with stem diameter growth.The best height growth was obtained by clones number 7, 105, 101, 100, 1 and the best stem diameter growth was obtained by clones no. 7, 116, 118, 105, and 135
Kata Kunci : Sungkai, uji klon, sumber benih, heritabilitas, korelasi genetik