Penggunaan indikator WHO untuk memonitor implementasi kebijakan obat nasional :: Hubungan antara karakter negara dan indikator latar belakang, struktur, proses, dan keluaran
SJABANA, Dripa, Dr.Dra. Sri Suryawati
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatUntuk mengevaluasi implementasi suatu kebijakan obat nasional (konas), WHO telah menyusun serangkaian indikator. Banyak negara telah menggunakannya, namun pemanfaatan hasil penggunaan indikator tersebut memerlukan keahlian khusus, bukti ilmiah, dan dasar pengalaman negara pengguna lainnya yang justru sulit dipenuhi oleh negara-negara berkembang. Oleh karenanya penelitian bertujuan untuk menjabarkan pola hubungan antar kategori latar belakang, struktur, proses, dan keluaran pada tiap karakteristik negara pengguna indikator WHO. Sehingga diharapkan hasil penelitian dapat menjadi pedoman praktis bagi negara-negara yang telah mengevaluasi implemetasi konas untuk penyesuaian strategi dan aktivitas kebijakan obat nasional mereka. Merupakan penelitian non-eksperimental, retrospektif, dan analitis terhadap temuan evaluasi kebijakan obat nasional dari 13 negara, meliputi Bulgaria, Chad Colombia, Guinea, India (Andhra Pradesh), Indonesia, Mali, Phillipines, Sri Lanka, Thailand, Viet Nam, Zambia, dan Zimbabwe. Temuan-temuan tersebut disusun sesuai kategori indikator latar belakang, struktur, proses, dan keluaran kebijakan obat nasional. Analisis data meliputi analisis isi terhadap komponen dan indikator kebijakan obat nasional, analisis kelompok, dan analisis korelasi lambda. Negara-negara dikelompokkan menjadi tiga karakter sesuai dari nilai indikator masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas sistem informasi dan pendidikan berkelanjutan penggunaan obat suatu negara dihubungkan (p<0,05) dengan capaian keterjangkauan obat esensialnya. Implementasi kebijakan harga dipengaruhi status sektor obat, belanja obat publik, nilai total produksi lokal yang terjual di dalam negeri, dan jumlah asisten apoteker dan apoteker. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa faktor latar belakang negara, kapasitas sistem farmasetika, implementasi, dan pencapaian tujuan kebijakan obat nasional dapat menentukan karakter negara berdasar nilai indikator pemonitoran implementasi kebijakan obat nasional WHO. Pencapaian tujuan kebijakan obat nasional dipengaruhi oleh karakter negara dalam hal latar belakang, kapasitas sistem farmasetika, dan implementasinya.
The WHO developed The WHO Indicator to evaluate the implementation of National Drug Policy (NDP). Many countries have used the indicators, but need such expertise, scientific evidence and other countries experiences for gain the benefit of its used. Developing countries could not have thoses factors. So, the objective was to define relation pattern of background, structure, process, and outcome category based on country character that used WHO indicators. Thus, result of this research could be an practical guidance for developing countries to evaluate the implementation of NDP for strategy arrangement of their NDP. It’s a non-experimental, retrospective and analytical study. Finding NDP evaluation in 13 countries, including Bulgaria, Chad Colombia, Guinea, India (Andhra Pradesh), Indonesia, Mali, Philippines, Sri Lanka, Thailand, Viet Nam, Zambia and Zimbabwe were arrayed in background, structure, process and outcome category of NDP indicator. Data analysis included content analysis on component and indicator of NDP, cluster analysis, and lambda correlation analysis. Countries were clasified to three character represent their indicator values. The result showed that information and continuing education on drug use capacity was related (p<0.05) to availabiliy of essensial drug. Pricing policy implementation was influenced by drug sector status, public drug expenditure, total value of local production sold in the country and the number of pharmacist or pharmacist assistant. As conclusion, country background, pharmaceutical capacity, NDP implementation and goal could defined a country character based on WHO indicators. Accomplishment of NDP goals were influenced by country character in term of background, pharmaceutical system capacity and implementation.
Kata Kunci : Kebijakan Obat,Implementasi,Indikator WHO